Pencarian

Simposium Nasional KAHMI, Gagasan Indonesia Berdaulat Akan Disampaikan kepada Presiden

Jumat, 11 September 2026 • 00:28:06 WIB
Simposium Nasional KAHMI, Gagasan Indonesia Berdaulat Akan Disampaikan kepada Presiden

JAKARTA,ANDALAN.CO-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto menegaskan Indonesia harus mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap. Upaya tersebut harus ditopang penguatan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi.

Hal itu disampaikan Brian saat menjadi pembicara dalam Simposium Nasional Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) bertajuk “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa” di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Simposium Nasional tersebut digelar dalam rangkaian Milad KAHMI ke-60.

Dalam paparannya, Brian mengatakan Indonesia perlu meningkatkan produk domestik bruto (PDB) per kapita hingga sekitar USD15.000 agar dapat naik kelas dan keluar dari middle income trap.

Saat ini, menurut dia, PDB per kapita Indonesia berada di kisaran USD5.000. Angka itu dibandingkan dengan Malaysia sekitar USD12.000, Jepang USD14.000, dan Singapura USD85.000.

“Indonesia harus berani menargetkan PDB per kapita USD15.000. Kita harus keluar dari middle income trap,” ujar Brian.

Brian mengatakan target tersebut bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, peningkatan PDB per kapita harus diiringi produktivitas, kualitas lapangan kerja, pendapatan masyarakat, penguasaan teknologi, serta kesejahteraan rakyat.

Indonesia, lanjut dia, tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk negara lain. Indonesia harus mampu menciptakan teknologi dan menghasilkan karya bernilai tambah tinggi.

KAHMI Didorong Melampaui Nasionalisme

Dalam kesempatan itu, Brian juga mendorong KAHMI menggagas masyarakat Indonesia yang beyond nationalism. Gagasan tersebut dimaknai sebagai masyarakat yang tidak hanya memiliki kebanggaan terhadap bangsa, tetapi juga mampu menghasilkan karya berdaya saing dan berpengaruh di tingkat global.

“KAHMI harus bisa menggagas masyarakat Indonesia yang beyond nationalism,” katanya.

Menurut Brian, jaringan alumni HMI yang tersebar di berbagai bidang merupakan modal strategis yang harus dikonsolidasikan. Jejaring ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki KAHMI dinilai dapat menjadi pendorong lahirnya karya-karya besar anak bangsa.

“Penguasaan network iptek KAHMI bisa menjadi enabler lahirnya karya besar,” tegasnya.

Brian menilai kedaulatan bangsa juga ditentukan oleh kemampuan anak bangsa dalam menciptakan karya yang mampu bersaing di tingkat dunia.

“Kedaulatan bisa tercapai dari karya anak bangsa yang menguasai dunia,” ujarnya.

Karena itu, KAHMI didorong mengoptimalkan jejaring intelektual dan profesionalnya untuk membangun kolaborasi di bidang iptek, inovasi, serta kewirausahaan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong Indonesia agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi dan karya berkelas dunia.

Brian menilai kiprah alumni HMI yang telah mewarnai berbagai bidang kehidupan nasional menjadi modal penting untuk memperkuat kontribusi tersebut.

Gagasan Simposium Akan Disampaikan kepada Presiden

Sementara itu, Koordinator Presidium MN KAHMI sekaligus inisiator Simposium Nasional, Romo Muhammad Syafii, mengatakan berbagai gagasan kebangsaan dan keumatan yang dirumuskan dalam forum tersebut akan disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

“Gagasan kebangsaan dan keumatan dalam Simposium Nasional MN KAHMI ini akan disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto sebagai kontribusi KAHMI,” kata Romo.

Menurutnya, KAHMI tidak ingin berhenti pada forum diskusi. Simposium tersebut harus melahirkan gagasan konkret dan strategis sebagai bentuk kontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.

Melalui momentum Milad KAHMI ke-60, Simposium Nasional diharapkan menjadi ruang konsolidasi pemikiran alumni HMI untuk memperkuat kemandirian bangsa, mempercepat penguasaan iptek, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, dan mampu melahirkan karya-karya yang diperhitungkan dunia.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks