Pencarian

Hemat Air dan Menjangkau Bara Gambut, X Fire Jadi Harapan Baru Penanganan Karhutla Riau

Kamis, 10 September 2026 • 23:57:40 WIB
Hemat Air dan Menjangkau Bara Gambut, X Fire Jadi Harapan Baru Penanganan Karhutla Riau

PELALAWAN,ANDALAN.CO- Penggunaan cairan X Fire untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lahan gambut Kabupaten Pelalawan, Riau, menunjukkan hasil awal yang efektif.

Cairan pemadam yang disalurkan Staf Logistik (Slog) Polri tersebut diuji langsung saat proses pendinginan lahan bekas terbakar seluas sekitar 3,4 hektare di Desa Sering, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Kamis (10/9/2026).

Karo SDM Polda Riau Kombes Boy Jeckson Situmorang mengatakan, penggunaan X Fire menjadi bagian dari upaya Polri mencari metode yang lebih efektif dalam menangani kebakaran di lahan gambut, terutama bara api yang tersimpan di bawah permukaan tanah.

“Hari ini kita mencoba langsung penggunaan cairan X Fire dan hasil awalnya cukup efektif. Namun, kita tetap melakukan asesmen satu sampai dua hari ke depan untuk memastikan apakah bara api di bawah permukaan gambut benar-benar padam,” kata Boy.

Menurut Boy, karakteristik kebakaran gambut membutuhkan penanganan khusus. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu menandakan kebakaran sepenuhnya berakhir karena bara dapat bertahan di lapisan gambut dan kembali memicu api.

Karena itu, uji coba di Pelalawan tidak hanya ditujukan untuk melihat kemampuan X Fire dalam mempercepat pemadaman dan pendinginan, tetapi juga menguji efektivitasnya terhadap bara di bawah permukaan gambut.

Dalam uji coba tersebut digunakan dua jenis cairan, yakni X Fire 01 yang diaplikasikan dengan campuran air dan X Fire 02 yang dapat digunakan tanpa campuran air.

Teknologi ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman sekaligus mengurangi kebutuhan air di lapangan.

Boy mengatakan X Fire sebelumnya telah digunakan dalam penanganan kebakaran lahan gambut di Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Namun, asesmen tetap diperlukan karena karakteristik gambut dan pola penanganan di setiap wilayah dapat berbeda.

“Di Pelalawan kita sudah membuktikan hasil awalnya cukup efektif. Selanjutnya kita ingin memastikan metode dan pola penggunaannya yang paling tepat untuk karakteristik gambut di Riau,” ujarnya.

Apabila hasil evaluasi menunjukkan efektivitas yang konsisten hingga bara bawah permukaan benar-benar padam, metode tersebut berpotensi dikembangkan sebagai salah satu alternatif penanganan Karhutla di Riau.

“Mudah-mudahan metode ini bisa kita terapkan di Provinsi Riau sebagai bagian dari langkah mitigasi untuk tahun-tahun berikutnya. Ini adalah bakti Polri untuk negeri, memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” kata Boy.

Uji coba dilakukan saat peninjauan penanganan Karhutla di Pelalawan yang turut dihadiri Aslog Kapolri, Kapolda Riau, jajaran Slog Polri, pejabat utama Polda Riau, Bupati Pelalawan, Kapolres Pelalawan, serta peserta didik Sespimti.

Setelah pemadaman dilakukan sebelumnya, personel gabungan saat ini melanjutkan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Evaluasi terhadap titik uji X Fire akan dilakukan dalam satu hingga dua hari ke depan untuk memastikan efektivitasnya pada lapisan gambut.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks