Pencarian

Karhutla Dayun Dikepung dari Darat dan Udara, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan

Minggu, 06 September 2026 • 22:34:11 WIB
Karhutla Dayun Dikepung dari Darat dan Udara, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan

SIAK,ANDALAN.CO- Tim gabungan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Minggu (6/9/2026).

Operasi difokuskan di RT 19/RW 01, Dusun Pematang Sepetai. Kegiatan tersebut melibatkan personel Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta PTPN V.

Kabag Ops Polres Siak Kompol Ermanto mengatakan, sedikitnya 50 personel dikerahkan untuk memperkuat tim gabungan di lapangan. Delapan unit mesin pompa beserta selang dan berbagai peralatan pemadaman turut dioperasikan.

“Personel melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak merambat ke areal lainnya. Fokus kami menangani titik yang masih terbakar sekaligus mencegah perluasan,” kata Ermanto.

Penanganan dari darat diperkuat dengan empat unit alat berat untuk membuat sekat agar api tidak merambat. Sementara itu, helikopter water bombing dikerahkan untuk menjangkau titik panas dan lokasi yang sulit ditangani dari darat.

Menurut Ermanto, water bombing telah dilakukan sejak Sabtu (5/9/2026) siang dan dilanjutkan pada Minggu. Posko lapangan juga didirikan sebagai pusat koordinasi, evaluasi perkembangan situasi, dan penentuan langkah penanganan selanjutnya.

Keselamatan personel turut menjadi perhatian selama operasi berlangsung. Tim puskesmas disiagakan untuk memberikan pertolongan medis apabila dibutuhkan, termasuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi mengatakan seluruh jajaran terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di tengah kondisi yang masih rawan.

Menurutnya, penanganan tidak hanya diarahkan untuk memadamkan api, tetapi juga memastikan kebakaran tidak berkembang dan meluas. Karena itu, Polda Riau dan jajaran terus mengedepankan kolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, MPA, serta masyarakat.

“Setiap titik yang muncul harus ditangani secepat mungkin. Personel di lapangan berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan, dibantu water bombing serta alat berat. Prinsipnya, jangan beri ruang bagi api untuk meluas,” ujar Akmadi.

Akmadi juga mengingatkan masyarakat, terutama pemilik kebun dan warga yang hendak membuka lahan pertanian maupun perkebunan, agar tidak menggunakan api.

Ia menegaskan, api yang awalnya terlihat kecil dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan, terutama di lahan kering serta kondisi cuaca yang meningkatkan risiko kebakaran.

“Saat ratusan orang harus turun memadamkan api, pencegahan dari masyarakat menjadi sangat penting. Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Polda Riau meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan di lingkungannya. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kebakaran meluas. 

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks