INDRAGIRI HILIR,ANDALAN.CO- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Hingga Rabu (2/9/2026) malam, sebanyak 31 titik panas atau hotspot terdeteksi tersebar di tujuh kecamatan. Sementara luas karhutla secara kumulatif dalam laporan tercatat mencapai 1.045,32 hektare.
Di tengah kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar dan Penyelamatan, TNI, Polri, Basarnas, pemerintah kecamatan, aparatur desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur masyarakat masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R. Arliansah, S.Si., ME, mengatakan data tersebut berdasarkan Laporan Harian Kebencanaan Kabupaten Indragiri Hilir yang diperbarui pada Rabu, 2 September 2026 pukul 21.00 WIB.
Laporan itu juga disampaikan kepada Gubernur Riau melalui Kalaksa BPBDPK Provinsi Riau serta jajaran Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.
Berdasarkan data BPBD Inhil, 31 hotspot tersebar di Kecamatan Gaung, Keritang, Kuala Indragiri, Mandah, Tanah Merah, Tembilahan dan Tempuling.
Salah satu hotspot di wilayah Belantaraya, Kecamatan Gaung, tercatat memiliki tingkat kepercayaan tinggi. Sementara titik panas lainnya mayoritas berada pada kategori medium.
Hari ke-10, Pendinginan Karhutla Kayu Raja Berlanjut
Salah satu lokasi yang masih menjadi fokus penanganan berada di Desa Kayu Raja, Parit 14, Kecamatan Keritang. Penanganan karhutla di kawasan tersebut telah memasuki hari ke-10.
Tim I Karhutla BPBD bersama TNI, Polri, aparatur desa, MPA, DAMKAR dan masyarakat masih berjibaku melakukan pemadaman serta pendinginan. Luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut sementara diperkirakan mencapai sekitar 80 hektare.
Sebanyak 53 personel tercatat terlibat, terdiri dari tujuh personel BPBD, satu personel TNI, 25 personel Polri, 10 aparatur desa dan 10 masyarakat serta Damkar.
Medan yang dihadapi petugas tidak mudah. Lahan yang terbakar merupakan tanah gambut dengan topografi datar. Tinggi api dalam laporan tercatat mencapai sekitar satu meter, sedangkan sumber air berjarak kurang lebih 200 meter dari titik api.
Cuaca panas, angin kencang hingga sulitnya jaringan komunikasi turut menjadi kendala. Hingga laporan diperbarui, tim masih melakukan pendinginan untuk memastikan bara yang tersimpan di dalam gambut benar-benar padam.
Operasi didukung empat kendaraan roda dua dan satu kendaraan roda empat. Peralatan pemadaman yang dikerahkan di antaranya dua unit mesin, 25 rol selang 1,5 inci, empat nozzle, Y connection, selang induk, terpal, senter hingga lima unit HT.
BPBD-Damkar hingga TNI-Polri Berjibaku di Sungai Beringin
Penanganan karhutla juga masih berlangsung di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan.
Tim Reaksi Cepat BPBD bersama Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, TNI, Polri serta berbagai unsur gabungan terus melakukan pembatasan areal kebakaran dan pendinginan untuk mencegah api kembali meluas.
Berdasarkan laporan BPBD Inhil, sedikitnya 224 personel dari berbagai unsur terlibat dalam penanganan di kawasan tersebut.
Personel gabungan berasal dari BPBD, Damkar dan Penyelamatan, TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, Dinas Kesehatan, pihak kecamatan, PLTU, PSMTI, Padupai hingga masyarakat.
Besarnya kekuatan personel yang dikerahkan menunjukkan penanganan karhutla di Sungai Beringin dilakukan secara terpadu. Petugas dari berbagai instansi bahu-membahu menyisir lahan, menyemprotkan air dan melakukan pendinginan terhadap titik-titik yang masih menyimpan bara.
Luas lahan terbakar di Sungai Beringin sementara tercatat sekitar 5 hektare. Lokasi merupakan lahan masyarakat dengan jenis tanah gambut, sedangkan pemilik lahan belum diketahui.
Tinggi api dilaporkan sekitar satu meter dengan jarak sumber air menuju titik api kurang lebih 200 meter.
Berbagai peralatan dikerahkan, mulai dari tiga mesin mini striker, mesin 9 HP, mesin apung, 50 rol selang 1,5 inci, lima rol selang 2,5 inci, tujuh nozzle hingga peralatan komunikasi.
Cuaca panas dan angin kencang menjadi tantangan bagi petugas. Hingga Rabu malam, proses pendinginan masih berlangsung untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang dapat kembali memicu kebakaran.
Dokumentasi BPBD Inhil juga memperlihatkan personel gabungan bekerja di tengah lahan yang diselimuti asap. Petugas terlihat menyemprotkan air langsung ke bagian lahan yang masih menyimpan bara.
Api Teluk Kabung Padam, Petugas Masih Bertahan
Karhutla juga ditangani di Desa Teluk Kabung, Kecamatan Gaung. Pada hari pertama penanganan, luas lahan terbakar dilaporkan sekitar 3 hektare.
Tim yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, DAMKAR masyarakat dan perangkat desa dikerahkan ke lokasi. Kebakaran terjadi di kawasan tanah gambut, semak belukar dan kebun kelapa masyarakat.
Penyebab kebakaran serta pemilik lahan masih dalam penyelidikan.
Akses menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri. Jarak dari Koramil menuju titik kebakaran mencapai sekitar 70 kilometer dengan menggunakan sepeda motor.
Api dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Namun, personel tetap bertahan di lapangan untuk melakukan pendinginan karena masih ditemukan asap sisa pembakaran.
Karakter tanah gambut, cuaca panas, arah angin kencang yang berubah-ubah hingga kondisi air surut menjadi hambatan petugas dalam operasi tersebut.
Karhutla Pungkat Dipadamkan
Titik karhutla lainnya berada di Desa Pungkat, Kecamatan Gaung. Laporan mencatat luas lahan terbakar sekitar 2,5 hektare. Sementara pada bagian progres penanganan tercatat areal seluas 1,5 hektare telah berhasil dipadamkan 100 persen.
Personel yang terlibat terdiri dari TNI, Polri, BPBD, DAMKAR 20 masyarakat dan empat perangkat desa.
Peralatan yang digunakan antara lain mesin mini striker, mesin robin, parang, cangkul dan mesin semprot.
Seperti di Teluk Kabung, penyebab kebakaran serta pemilik lahan di Pungkat masih dalam penyelidikan. Jenis lahan yang terbakar berupa tanah gambut, semak belukar dan kebun kelapa masyarakat.
Jarak menuju lokasi dari Koramil mencapai sekitar 60 kilometer menggunakan sepeda motor.
Api dilaporkan telah padam dan petugas masih melakukan pendinginan. Kondisi tanah gambut, cuaca panas, angin yang berubah-ubah serta air surut menjadi kendala dalam penanganan.
Luas Karhutla Tercatat 1.045,32 Hektare
Secara keseluruhan, laporan BPBD Inhil mencatat luas kebakaran pada hari itu sebesar 50,50 hektare. Sementara angka kumulatif yang tercantum dalam laporan mencapai 1.045,32 hektare.
Dalam rincian tabel, Keritang tercatat 80 hektare. Selanjutnya Kempas dan Kemuning masing-masing 21 hektare, Tembilahan 20,2 hektare, Gaung 18,5 hektare, Batang Tuaka 16 hektare, Reteh 11 hektare dan Tempuling 10,5 hektare.
Wilayah lainnya yang tercatat antara lain Pelangiran 6 hektare, Kuala Indragiri dan Enok masing-masing 4 hektare, Mandah 1,75 hektare, Tanah Merah dan Sungai Batang masing-masing 1 hektare serta Gaung Anak Serka 0,5 hektare.
Untuk data hari itu, tabel mencatat Keritang 40 hektare, Gaung 10,5 hektare, Tembilahan 5 hektare dan Tempuling 10 hektare.
Namun, apabila angka per kecamatan tersebut dijumlahkan, hasilnya tidak sama dengan total 50,50 hektare yang tertulis pada baris jumlah keseluruhan laporan. Karena itu, angka dalam pemberitaan ini tetap merujuk pada data sebagaimana tercantum dalam laporan BPBD Inhil tanpa melakukan perubahan terhadap data sumber.
Cuaca Panas, Angin Capai 30 Km/Jam
Di tengah operasi penanganan karhutla, kondisi cuaca juga menjadi perhatian.
Prakiraan BMKG yang dimuat dalam laporan menyebutkan suhu udara di Riau berada pada kisaran 23-34 derajat Celsius dengan kelembapan 50-97 persen. Angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.
Pada pagi hari, kondisi udara diprakirakan kabur hingga berawan. Berdasarkan pantauan radar cuaca, hujan ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti.
Sementara itu, peringatan dini tercatat nihil. Tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5-1,25 meter atau berada dalam kategori rendah.
Kalaksa BPBD Inhil R. Arliansah menegaskan penanganan di sejumlah titik masih terus dilakukan tim gabungan. BPBD bersama Damkar dan Penyelamatan, TNI-Polri serta unsur lainnya terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah bara di lahan gambut kembali menyala.
Laporan harian tersebut diketahui Kalaksa BPBD Kabupaten Indragiri Hilir R. Arliansah, S.Si., ME, dengan Komandan Regu Mugi Kurniawan. Informasi laporan disampaikan operator Pos TRC-BPBD Kabupaten Inhil, Budi Hendra dan Muhammad Ali.