Pencarian

Polda Riau Kerahkan Tim Kesehatan dan Trauma Healing ke Wilayah Terdampak Karhutla Kerumutan

Minggu, 23 Agustus 2026 • 11:41:08 WIB
Polda Riau Kerahkan Tim Kesehatan dan Trauma Healing ke Wilayah Terdampak Karhutla Kerumutan

PELALAWAN,ANDALAN.CO-Polda Riau mengerahkan tim kesehatan dan psikologi ke Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (22/8/2026). Langkah ini menjadi bagian dari operasi kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus menjaga kondisi personel yang berjibaku melakukan pemadaman.

Sebanyak 13 personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak asap dan personel gabungan yang selama sepekan terakhir berada di lapangan.

Kabiddokkes Polda Riau AKBP dr. Parluhutan Sitindaon mengatakan, pelayanan kesehatan dipusatkan di Kantor Desa Banjar Panjang. Tim kemudian bergerak secara door to door untuk menjangkau warga yang membutuhkan pemeriksaan.

“Kami melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat yang terdampak asap. Tim juga mendatangi langsung beberapa warga untuk memastikan mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” kata Parluhutan.

Tak hanya warga, pemeriksaan kesehatan juga diberikan kepada personel Polri, TNI, Manggala Agni, serta petugas perusahaan yang terlibat dalam operasi pemadaman karhutla di wilayah Kerumutan.

Biddokkes Polda Riau turut membagikan masker, vitamin dan obat-obatan kepada masyarakat serta petugas di lapangan.

“Paparan asap dalam waktu lama tentu perlu menjadi perhatian. Karena itu, fokus kami bukan hanya masyarakat, tetapi juga personel yang setiap hari berada di lapangan melakukan pemadaman,” ujarnya.

Cek Kesiapan Puskesmas Kerumutan

Tim Biddokkes juga mengecek kesiapan Puskesmas Kerumutan untuk mengantisipasi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis akibat dampak karhutla.

Dari hasil pengecekan, Puskesmas Kerumutan telah menyiapkan ruang rawat inap sementara dengan empat tempat tidur. Fasilitas tersebut didukung dua tabung oksigen berukuran besar dan lima tabung berukuran kecil.

Puskesmas juga memiliki persediaan 60 kotak masker N95 serta obat-obatan untuk penanganan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagi balita, orang dewasa dan lansia.

“Kami memastikan fasilitas kesehatan terdekat memiliki kesiapan apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan masyarakat yang membutuhkan penanganan. Ketersediaan ruang perawatan, oksigen, masker hingga obat-obatan sudah kami cek langsung,” kata Parluhutan.

Trauma Healing untuk Warga dan Petugas

Di tengah upaya penanganan dampak kesehatan, Polda Riau juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis masyarakat dan petugas yang menghadapi karhutla.

Sebanyak 10 personel Bagian Psikologi Biro SDM Polda Riau diterjunkan ke Kerumutan untuk memberikan pendampingan psikologis dan trauma healing. Tim dipimpin Kabag Psikologi Biro SDM Polda Riau AKBP Winarko.

Winarko mengatakan, kehadiran tim merupakan tindak lanjut instruksi Kapolda Riau melalui Karo SDM Polda Riau agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga menyentuh kondisi masyarakat terdampak.

“Kami hadir karena karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi ada juga anak-anak yang kehilangan ruang bermain, orangtua yang cemas karena penghasilan terganggu akibat kebun yang terbakar dan tak bisa diolah, termasuk petugas di lapangan yang juga mengalami kelelahan fisik maupun psikis,” ujar Winarko.

Tim memberikan penguatan psikis, teknik relaksasi mental, pendampingan psikologis serta trauma healing kepada masyarakat dan personel yang terlibat dalam pemadaman.

Pendampingan tersebut diarahkan untuk membantu warga mengelola tekanan akibat bencana, mendukung proses pemulihan serta menciptakan ruang aman, terutama bagi anak-anak.

“Kami sampaikan kepada masyarakat yang terdampak bahwa rasa takut, cemas atau marah itu wajar dalam situasi bencana. Yang penting warga memiliki cara untuk mengelolanya dan tidak memendam sendiri,” katanya.

Kondisi Petugas Juga Jadi Perhatian

Tim Psikologi Polda Riau juga memberikan pendampingan kepada petugas yang menghadapi beban kerja tinggi selama operasi pemadaman.

Menurut Winarko, kondisi fisik dan psikologis petugas perlu sama-sama dijaga agar mereka tetap mampu menjalankan tugas secara optimal di tengah operasi penanganan karhutla.

Selain di Kerumutan, tim trauma healing Polda Riau direncanakan bergerak ke desa-desa lain di Kabupaten Pelalawan yang masih terdampak karhutla dan mengalami kualitas udara buruk.

Dengan langkah tersebut, penanganan karhutla tidak hanya diarahkan pada upaya memadamkan api, tetapi juga menjaga dan memulihkan kondisi fisik maupun psikologis masyarakat serta petugas.

“Pulih dari bencana itu butuh waktu. Tugas kami memastikan bahwa selama proses itu tidak ada yang merasa sendirian,” tutup Winarko.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks