Pencarian

Hutama Karya Catat Prestasi, Dua Bendungannya Diresmikan Presiden Prabowo

Jumat, 10 Juli 2026 • 22:52:54 WIB
Hutama Karya Catat Prestasi, Dua Bendungannya Diresmikan Presiden Prabowo
Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menteri PUPR Dody Hanggodo meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). Peresmian tersebut dilakukan secara terpusat untuk

LOMBOK BARAT,ANDALAN.CO- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meresmikan lima bendungan yang telah rampung dibangun. Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).

Dua dari lima bendungan yang diresmikan merupakan garapan PT Hutama Karya (Persero), yakni Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, NTB, dan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Peresmian ini menegaskan kontribusi Hutama Karya dalam mendukung Asta Cita, khususnya swasembada pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi nasional.

Selain kedua bendungan tersebut, Presiden juga meresmikan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali, serta Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh. Kelima bendungan yang dibangun pada periode 2015–2025 itu memiliki kapasitas tampung gabungan sebesar 371,23 juta meter kubik.

Secara keseluruhan, lima bendungan tersebut mendukung layanan irigasi hingga 39.540 hektare, penyediaan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, reduksi potensi banjir pada kawasan seluas 932 hektare, serta potensi pengembangan energi melalui PLTA berkapasitas 9,635 MW dan PLTS terapung berkapasitas 345,94 MW.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto mengaku bersyukur dapat meresmikan lima bendungan tersebut. Ia menegaskan pemerintahannya telah mencapai sejumlah tonggak bersejarah, termasuk berhasil menurunkan harga pupuk dan mencatat surplus beras.

"Saya titip, jaga bendungan-bendungan ini dengan baik. Kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani," ujar Presiden.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene. Turut mendampingi Presiden, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, serta Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa air yang tertampung di bendungan harus benar-benar dimanfaatkan untuk mengairi sawah.

"Air yang tertampung di bendungan wajib menjadi air irigasi bagi sawah, sesuai arahan Bapak kepada kami sejak di Magelang dahulu. Selain menjadi air baku bagi masyarakat, bendungan juga dapat dikembangkan sebagai sumber energi serta memberikan perlindungan terhadap kawasan dari ancaman banjir," katanya.

Bendungan Meninting merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) milik Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram yang dikerjakan dalam dua paket sejak akhir 2018 dengan nilai proyek keseluruhan Rp1,473 triliun.

Hutama Karya menggarap Paket I senilai Rp902 miliar melalui Kerja Sama Operasi (KSO) Hutama–Bangunnusa bersama PT Bahagia Bangunnusa dengan porsi Hutama Karya sebesar 80 persen. Pekerjaan meliputi pembangunan tubuh bendungan utama, bangunan fasilitas, jalan akses kiri dan kanan, lanskap, hingga jembatan desa yang terintegrasi dengan lingkungan sosial masyarakat. Sementara Paket II dikerjakan oleh KSO Nindya Karya–SAC Nusantara.

Bendungan Meninting menjadi bendungan kelima yang dibangun Hutama Karya di Provinsi NTB. Bendungan yang berada di antara Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, dan Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, ini merupakan bendungan tipe urugan tanah dengan inti tegak. Bendungan memiliki tinggi 74 meter, panjang puncak 418 meter, lebar puncak 15 meter, kapasitas tampung total 12,18 juta meter kubik, serta luas genangan 46,16 hektare. Proses pengisian awal waduk (impounding) dimulai sejak 29 Juni 2025.

Ke depan, Bendungan Meninting akan melayani irigasi seluas 1.559,29 hektare yang menjangkau lebih dari 3.200 petani. Bendungan ini juga menyediakan air baku sebesar 0,15 meter kubik per detik bagi wilayah utara Kabupaten Lombok Barat, termasuk kawasan wisata Senggigi, mendukung PLTA berkapasitas 0,80 MW dan potensi PLTS terapung sebesar 9,23 MW, serta mereduksi risiko banjir pada kawasan seluas 59 hektare di Kecamatan Gunungsari, Lingsar, Batu Layar hingga Ampenan. Manfaat bendungan ini menjangkau lima kecamatan di Lombok Barat hingga Kota Mataram.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Operasi I Hutama Karya Gunadi, Executive Vice President (EVP) Infrastruktur I Hutama Karya Arif Rahman, serta Kepala Proyek Bendungan Meninting I Gusti Ngurah Ketut Udara.

Gunadi mengatakan, pembangunan Bendungan Meninting menghadapi tantangan kondisi geologi dan cuaca yang dinamis. Karena itu, Hutama Karya mengedepankan digitalisasi konstruksi sejak tahap perencanaan.

"Kami menerapkan Building Information Modelling (BIM) yang terintegrasi dengan digital survey dan fotogrametri, dashboard Project Management Information System (PMIS), serta CCTV proyek yang saling terkoneksi. Pendekatan ini menjaga presisi, mutu, dan keselamatan konstruksi, sekaligus mengantarkan proyek meraih penghargaan Top Entry in Country pada Autodesk ASEAN Innovation Awards 2023," jelasnya.

Gunadi menambahkan, kepercayaan membangun dua dari lima bendungan yang diresmikan Presiden menjadi kebanggaan sekaligus amanah bagi perusahaan.

"Kami sadar air adalah kunci produktivitas pertanian. Ketika bendungan berfungsi optimal dan airnya mengalir sampai ke sawah, di situlah nilai sesungguhnya infrastruktur ini bagi petani dan masyarakat," ujarnya.

Di lapangan, Hutama Karya mencatat pembangunan bendungan juga memberikan multiplier effect dengan menggerakkan perekonomian dan sektor pariwisata. Kedua proyek tersebut melibatkan lebih dari 475 tenaga kerja yang mayoritas berasal dari NTB dan Aceh.

Selain itu, Hutama Karya menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), di antaranya penanaman 5.000 pohon, penghijauan kawasan, pembangunan jembatan desa dan akses jalan warga, pembangunan masjid di Dusun Murpeji dan Batu Kemalik, serta penambahan ruang kelas sekolah dasar.

Dengan diresmikannya Bendungan Meninting dan Bendungan Keureuto, Hutama Karya semakin memperkuat rekam jejaknya di sektor sumber daya air setelah sebelumnya menyelesaikan pembangunan Bendungan Bintang Bano di NTB dan Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara. Hutama Karya berkomitmen terus menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang berkualitas dan berkelanjutan guna mendukung terwujudnya swasembada pangan, ketahanan air, ketahanan energi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks