Pencarian

Listrik Kerap Padam, Aktivitas Warga Terganggu: Ketua PD IWO Meranti Desak PLN Berbenah

Senin, 14 September 2026 • 12:07:54 WIB
Listrik Kerap Padam, Aktivitas Warga Terganggu: Ketua PD IWO Meranti Desak PLN Berbenah

SELATPANJANG,ANDALAN.CO-Pemadaman listrik yang berulang di Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menuai sorotan. Gangguan pasokan listrik dinilai telah menghambat aktivitas masyarakat dan memengaruhi roda perekonomian.

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Kepulauan Meranti, Rahmat Arifin, mendesak PLN Selatpanjang segera melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat.

Kepada awak media, Minggu (13/9/2026), Rahmat mengatakan listrik merupakan kebutuhan dasar. Karena itu, pemadaman yang terjadi berulang kali tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

“Hal ini sangat disesalkan karena listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Jika pemadaman terus berulang, masyarakat sebagai konsumen tentu sangat dirugikan,” ujar Rahmat.

Menurutnya, gangguan listrik tidak hanya mengurangi kenyamanan warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap kegiatan ibadah, perdagangan, usaha rumahan, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

Rahmat juga mengaku menerima laporan warga mengenai sejumlah perangkat elektronik yang diduga mengalami kerusakan akibat gangguan kelistrikan. Keluhan tersebut, kata dia, harus ditindaklanjuti dan diperiksa secara teknis oleh PLN.

“Aktivitas warga terganggu, mulai dari beribadah, berjualan hingga menjalankan usaha. Belum lagi adanya laporan beberapa perangkat elektronik milik warga yang rusak. Ini harus menjadi pekerjaan rumah serius bagi PLN Selatpanjang,” katanya.

Rahmat menilai pemadaman berulang dan minimnya informasi telah memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Kondisi itu disebut sebagai akumulasi kekecewaan terhadap pelayanan listrik yang dinilai belum memberikan kepastian.

Sejumlah dugaan berkembang di ruang publik, mulai dari persoalan profesionalitas pelayanan, penggunaan bahan bakar minyak hingga anggaran perawatan dan pemeliharaan mesin. Namun, Rahmat menegaskan berbagai dugaan tersebut masih berupa spekulasi dan tidak dapat dinyatakan sebagai fakta tanpa bukti serta pemeriksaan resmi.

“Jangan hanya menyalahkan masyarakat ketika muncul berbagai spekulasi. Pendapat itu lahir karena masyarakat kecewa terhadap pelayanan yang dianggap belum andal. PLN harus menjawabnya secara terbuka agar tidak ada ruang kosong informasi,” tegasnya.

Menurut Rahmat, keterbukaan diperlukan untuk menghentikan berkembangnya asumsi yang belum terverifikasi. PLN diminta menjelaskan secara terperinci penyebab gangguan, langkah penanganan, dan rencana perbaikan sistem kelistrikan di Kepulauan Meranti.

Selain pemadaman, Rahmat turut menyoroti keluhan mengenai mini circuit breaker (MCB) pada meteran listrik. Sejumlah warga mengeluhkan perangkat pengaman tersebut kerap mengalami trip atau turun, terutama ketika terjadi peningkatan beban maupun gangguan tertentu.

“Ada keluhan masyarakat mengenai MCB pada meteran listrik yang dinilai sering turun dan disebut tidak tahan panas. Sementara MCB yang dibeli sendiri di toko, menurut mereka, justru lebih tahan. Keluhan ini perlu diperiksa dan dijelaskan oleh PLN,” ungkapnya.

Rahmat mengatakan persoalan tersebut harus dijawab melalui penjelasan teknis. Masyarakat, menurutnya, berhak mengetahui apakah gangguan terjadi akibat kualitas perangkat, kelebihan beban, kondisi jaringan, instalasi pelanggan, atau faktor teknis lainnya.

“Jangan sampai masyarakat terus bertanya-tanya mengenai keandalan sistem kelistrikan di Meranti. PLN harus menjelaskan penyebabnya secara teknis dan memberikan solusi yang jelas,” katanya.

Rahmat menegaskan, pemadaman berulang tidak cukup hanya dijawab dengan alasan kerusakan mesin. Jika gangguan terus terjadi, PLN harus mengevaluasi sistem pembangkit, jaringan distribusi, perangkat pengaman, ketersediaan daya, serta pola pemeliharaan.

“PLN jangan diam. Seluruh keluhan masyarakat harus ditampung dan dijawab secara transparan serta profesional. Masyarakat membutuhkan pelayanan listrik yang andal, bukan sekadar penjelasan setiap kali pemadaman kembali terjadi,” tegas Rahmat.

Ia berharap persoalan tersebut segera ditangani secara serius agar aktivitas masyarakat dan roda perekonomian di Kepulauan Meranti tidak terus terganggu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN Selatpanjang belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab rangkaian pemadaman maupun berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat. Redaksi masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak PLN.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks