SOPPENG,ANDALAN.CO- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO) di Kabupaten Soppeng tak sekadar menjadi seremoni organisasi. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya independensi pers di tengah derasnya arus informasi digital.
Mengusung tema “Membangun Sinergitas, Merawat Independensi, Mengawal Kebenaran, dan Menjaga Marwah Pers”, kegiatan yang digelar pada Senin (7/9/2026) itu diwarnai pesan tegas mengenai profesionalisme dan tanggung jawab jurnalistik.
Ketua PD IWO Soppeng, Kamaruddin, mengatakan kebebasan pers tidak boleh dipisahkan dari fakta, etika, dan tanggung jawab kepada publik. Menurutnya, kecepatan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah media.
“Ketepatan, keberimbangan, verifikasi, dan keberanian untuk menyampaikan fakta jauh lebih penting,” kata Kamaruddin.
Ia menegaskan, marwah pers merupakan harga diri yang tidak boleh dipertaruhkan demi kepentingan tertentu. Karena itu, wartawan dituntut menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, profesional, dan berintegritas, bukan sekadar mengejar kecepatan, popularitas, maupun kepentingan sesaat.
Memasuki usia 14 tahun, Kamaruddin berharap IWO semakin solid dan dipercaya masyarakat. Ia mengajak seluruh anggota menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, kebersamaan sebagai fondasi, dan idealisme sebagai kompas.
“Mari melangkah bersama menjaga nama baik organisasi dan membangun sinergitas dengan seluruh komponen, baik pemerintah, TNI-Polri, swasta, maupun masyarakat,” ujarnya.
Pesan senada disampaikan Ketua PW IWO Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir, S.E., M.A.P. Sambutannya dibacakan Ketua PD IWO Wajo, Titin Heriyani.
Zulkifli mengingatkan, perkembangan teknologi telah membuat informasi bergerak dalam hitungan detik. Namun, kecepatan teknologi tidak boleh membuat wartawan kehilangan kendali atas prinsip-prinsip jurnalistik.
“Cepat itu penting, tetapi benar jauh lebih penting,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi media online di tengah persaingan mengejar traffic, klik, dan popularitas. Perburuan angka kunjungan pembaca tidak boleh mengorbankan akurasi, sedangkan kepentingan ekonomi tidak boleh mengalahkan independensi.
Media bukan sekadar mesin penghasil klik dan wartawan bukan hanya pengejar jumlah pembaca. IWO diharapkan menjadi rumah bagi wartawan yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Selain persoalan independensi, Zulkifli menyoroti kesejahteraan wartawan yang dinilai menjadi tantangan serius bagi dunia pers.
“Pers yang kuat membutuhkan wartawan yang kuat. Wartawan yang profesional juga membutuhkan kehidupan yang layak,” ujarnya.
PW IWO Sulsel, lanjutnya, akan terus mendorong peningkatan kapasitas, kompetensi, perlindungan profesi, dan kesejahteraan anggota. Hal itu termasuk dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, AI harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti prinsip jurnalistik. Verifikasi, keberimbangan, independensi, dan tanggung jawab kepada publik tetap menjadi fondasi yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, H. Afdal, juga menyampaikan pesan khusus dalam peringatan HUT IWO tersebut. Ia mengaku memiliki komunikasi yang cukup dekat dengan insan pers di Soppeng.
Afdal mengatakan, saat pertama kali bertugas di Soppeng sekitar lima tahun lalu, Kamaruddin menjadi salah seorang wartawan pertama yang dikenalnya dan kerap menjadi teman berdiskusi.
Meski memiliki agenda lain, Afdal mengaku tetap memprioritaskan hadir dalam peringatan HUT ke-14 IWO. Menurutnya, komunikasi antara Kemenag dan media harus terus dibangun.
Ia menilai sebuah kegiatan berskala kecil dapat menjadi besar di mata publik ketika mendapatkan dukungan pemberitaan. Sebaliknya, kegiatan besar tanpa publikasi berpotensi tidak diketahui masyarakat luas.
Karena itu, Kemenag Soppeng akan terus membuka ruang sinergi dan komunikasi dengan awak media. Namun, keterbukaan tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab jurnalistik.
Afdal berharap wartawan selalu mengedepankan kebenaran dan melakukan verifikasi sebelum memublikasikan sebuah informasi. Prinsip tersebut dinilai sejalan dengan amanat Undang-Undang Pers dan nilai-nilai agama yang mengajarkan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
Ia juga berharap insan pers, khususnya IWO, terus bekerja secara cerdas, intelektual, dan profesional.
Ketua DPRD Kabupaten Soppeng, H. Andi Muhammad Farid, menyebut media memiliki posisi strategis dalam mengawal jalannya pemerintahan.
Andi Farid mengucapkan selamat atas HUT ke-14 IWO. Ia juga mengapresiasi keberadaan IWO Soppeng di bawah kepemimpinan Kamaruddin yang dilantik oleh pengurus pusat IWO di ruang rapat paripurna DPRD Soppeng pada tahun sebelumnya.
Menurutnya, media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga membantu meluruskan informasi yang simpang siur di tengah masyarakat.
“Teruslah memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Soppeng,” pesannya.
Andi Farid menegaskan, pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan tidak dapat hanya dilakukan dari dalam. Karena itu, peran pers sebagai penyampai informasi sekaligus kontrol sosial sangat dibutuhkan.
“Dalam penyelenggaraan pemerintahan, kita tidak bisa mengawalnya secara diam-diam. Maka, peran media sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, media, dan lembaga swadaya masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik.
“Sangat penting bekerja sama dengan insan pers dan LSM agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik. Jika tidak tercapai, masyarakat yang akan menjadi korban,” ujarnya.
Peringatan HUT ke-14 IWO Soppeng mengerucut pada pesan bahwa sinergi bukanlah subordinasi, kemitraan bukan kepatuhan, dan terbukanya akses tidak boleh menjadi alasan bagi pers untuk kehilangan independensi.
Pers membutuhkan komunikasi dengan pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat. Namun, hubungan tersebut tidak boleh mengubah wartawan menjadi corong kekuasaan. Sebaliknya, pemerintah juga dituntut tidak alergi terhadap kritik.
Di usia ke-14, IWO ditantang membuktikan bahwa organisasi wartawan bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi juga wadah memperkuat profesionalisme, memperjuangkan kesejahteraan anggota, dan menjaga marwah pers.
IWO harus bersinergi tanpa kehilangan independensi. IWO harus kritis, tetapi tetap beretika. IWO juga harus berani menyampaikan kebenaran dengan tetap berpijak pada verifikasi dan tanggung jawab kepada publik.
Sebab, ketika pers kehilangan integritas, yang hilang bukan hanya marwah wartawan. Masyarakat juga kehilangan salah satu benteng penting dalam mengawasi kekuasaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Soppeng H. Andi Muhammad Farid, Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, Kepala Kantor Kemenag Soppeng H. Afdal, Kasat Reskrim Iptu Firman, Kasat Narkoba AKP Heriyadi, Kasi Humas Polres Soppeng AKP Husni, dan Kasi Intel Kejaksaan.
Hadir pula Ketua IWO Wajo, perwakilan Pengadilan Agama, Perum Pegadaian dan BRI, Ketua JOIN Herwan, Wakil Ketua SMSI Alimuddin, Ketua LSM Sidik Mahmud, Ketua LSM Pelita Keadilan Alam Abrar, perwakilan LSM Lidik, Ketua LSM LPKN Alfred, serta insan pers dari berbagai organisasi.
IWO Bersatu, Pers Berintegritas!
IWO Kuat, Wartawan Bermartabat!