Pencarian

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Sabtu, 05 September 2026 • 18:07:25 WIB
Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

SIAK,ANDALAN.CO- Polda Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah puluhan hotspot terpantau di sejumlah wilayah Riau, Sabtu (5/9/2026).

Empat kabupaten menjadi perhatian berdasarkan laporan hotspot pagi ini. Indragiri Hulu tercatat 59 hotspot, Indragiri Hilir 48 hotspot, Pelalawan 22 hotspot, dan Siak 20 hotspot.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai turun langsung mengecek penanganan karhutla di areal PT Bumi Siak Pusako, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.

Pengecekan dilakukan untuk melihat kondisi terkini di lapangan sekaligus memastikan kesiapan personel dan peralatan serta proses pemadaman dan pendinginan berjalan optimal.

"Hari ini saya bersama Pangdam turun langsung melihat kondisi di Siak. Sementara untuk wilayah lain yang terpantau memiliki hotspot, jajaran sudah kita minta melakukan pengecekan di lapangan. Setiap indikasi harus segera ditindaklanjuti agar api tidak sampai meluas," kata Herry.

Herry menjelaskan, data hotspot tidak serta-merta menunjukkan seluruh titik tersebut merupakan kebakaran aktif. Karena itu, jajaran kewilayahan diperintahkan melakukan pengecekan langsung atau ground check untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Jika ditemukan api, personel diminta segera melakukan pemadaman dilanjutkan pendinginan hingga lokasi benar-benar aman. Langkah ini dinilai penting terutama di kawasan gambut karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan.

"Kondisi karhutla sangat dinamis. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Begitu ada hotspot, cek. Kalau ditemukan api, segera padamkan dan pastikan pendinginannya tuntas," ujarnya.

Hingga 4 September 2026, luas lahan yang tercatat terbakar di Provinsi Riau mencapai 5.865,32 hektare.

Kondisi tersebut membuat langkah pencegahan kembali diperkuat, terutama di desa rawan karhutla, kawasan perkebunan, lahan gambut hingga lokasi yang sebelumnya pernah terbakar.

Herry mengatakan, praktik membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar masih menjadi perhatian. Sosialisasi larangan membakar lahan pun diminta kembali digencarkan hingga tingkat desa dan dusun.

Bhabinkamtibmas bersama Babinsa akan menjadi ujung tombak pencegahan dengan turun menemui masyarakat, kelompok tani hingga pemilik lahan.

Sosialisasi dilakukan melalui sambang dan door to door, patroli dialogis, kegiatan di tempat ibadah maupun ruang publik, serta pengecekan plang larangan membakar di daerah rawan.

"Pencegahan harus dimulai sebelum muncul api. Bhabinkamtibmas bersama Babinsa harus mengetahui kondisi wilayah dan aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat. TNI-Polri bersama pemerintah harus hadir sampai ke tingkat desa," tegas Herry.

Namun, menurut Herry, pendekatan kepada masyarakat tidak boleh sebatas memberikan larangan. Warga yang hendak membersihkan atau membuka lahan juga perlu diberikan edukasi dan pendampingan agar aktivitas tersebut dilakukan tanpa membakar.

Jajaran kewilayahan diminta membantu mencari alternatif sesuai kondisi setempat, termasuk dukungan peralatan apabila memungkinkan dan diperlukan.

"Kita tidak ingin hanya datang dan mengatakan tidak boleh membakar. Kita juga harus memberikan solusi. Masyarakat tetap bisa mengelola lahannya, tetapi dengan cara yang aman dan tidak menimbulkan karhutla," katanya.

Di tengah upaya pencegahan dan pemadaman, penegakan hukum terhadap dugaan pelaku karhutla tetap berjalan.

Hingga saat ini, Polda Riau dan jajaran telah menangani 41 kasus karhutla dengan 44 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Setiap lokasi kebakaran akan didalami untuk mengetahui penyebab dan pihak yang bertanggung jawab. Jika ditemukan unsur pidana, proses hukum dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pencegahan kita perkuat, pemadaman kita lakukan maksimal, tetapi penegakan hukum tetap berjalan. Kalau ditemukan unsur pidana, tentu akan kita proses," tegas Herry.

Herry turut mengapresiasi personel TNI-Polri dan seluruh tim gabungan yang berjibaku menangani karhutla, mulai BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah daerah, perusahaan, relawan hingga masyarakat.

Menurutnya, sinergi Polda Riau dan Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama seluruh unsur terkait akan terus diperkuat untuk mencegah munculnya titik kebakaran baru sekaligus mempercepat penanganan di lapangan.

"Fokus kita sekarang adalah mencegah kebakaran baru, memadamkan setiap api yang ditemukan dan memastikan tidak ada kebakaran yang meluas. Pada saat yang sama, keselamatan dan kesehatan seluruh personel yang bekerja di lapangan juga harus kita jaga," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks