Pencarian

Prihatin Warga Terancam, Ketua PW IWO Riau Buka Sayembara Tangkap Hidup Monyet Liar yang Meresahkan

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 15:48:00 WIB
Prihatin Warga Terancam, Ketua PW IWO Riau Buka Sayembara Tangkap Hidup Monyet Liar yang Meresahkan

TEMBILAHAN-ANDALAN.CO-Teror monyet liar yang meresahkan warga Kecamatan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), belum juga berakhir. Hingga Jumat (31/7/2026) sore, jumlah korban gigitan kembali bertambah menjadi 10 orang setelah dua warga dilaporkan diserang sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan Pelabuhan Rumah Sakit.

Bertambahnya korban membuat kekhawatiran masyarakat semakin meningkat. Sejumlah warga mengaku mulai membatasi aktivitas di luar rumah, terutama bagi anak-anak, karena khawatir menjadi sasaran serangan satwa liar tersebut.

Kondisi itu menggugah kepedulian Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, yang merupakan putra daerah Kabupaten Indragiri Hilir. Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan kampung halamannya, Muridi membuka sayembara bagi siapa saja yang berhasil menangkap monyet liar tersebut dalam kondisi hidup.

Sebagai bentuk apresiasi, ia menyiapkan hadiah berupa uang tunai beserta piagam penghargaan bagi pihak yang berhasil membantu mengamankan satwa tersebut tanpa melukainya.

Menurut Muridi, inisiatif tersebut bukan untuk menggantikan tugas pemerintah, melainkan sebagai bentuk dukungan agar penanganan dapat berjalan lebih cepat melalui partisipasi masyarakat yang memiliki kemampuan menangkap satwa liar secara aman.

"Kampung halaman adalah bagian dari diri saya. Melihat masyarakat hidup dalam ketakutan akibat teror monyet liar ini tentu sangat memprihatinkan. Saya berharap sayembara ini dapat menjadi motivasi bagi pihak yang memiliki kemampuan untuk membantu menangkap satwa tersebut tanpa melukai, sehingga warga bisa kembali beraktivitas dengan aman," ujar Muridi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus mengintensifkan upaya pencarian. Operasi gabungan dipimpin Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil serta didukung Masyarakat Pecinta Senjata Angin.

Sebanyak 10 personel Damkar, 10 personel BPBD, dan enam anggota Masyarakat Pecinta Senjata Angin diterjunkan menyisir kawasan Jalan Pangeran Hidayat Parit 13, Tembilahan. Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet bermesin karena lokasi yang diduga menjadi persembunyian monyet berada di kawasan permukiman tepian parit.

Petugas menyusuri aliran sungai dan memeriksa kolong rumah-rumah panggung yang berada di sepanjang parit. Berdasarkan hasil pemantauan, satwa liar tersebut diduga bersembunyi di bawah rumah warga sehingga jalur sungai dinilai menjadi akses paling efektif untuk mempersempit ruang geraknya.

Operasi pencarian dipantau langsung oleh Camat Tembilahan Ari Syuria bersama Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil guna memastikan proses pencarian berjalan maksimal.

Sebelumnya, monyet liar pertama kali dilaporkan muncul di RT 03 RW 03, Jalan Pangeran Hidayat. Dalam beberapa hari terakhir, keberadaannya terus berpindah-pindah hingga terlihat di Jalan Handayani. Warga Lorong Cempaka bahkan melaporkan sempat melihat dua ekor monyet.

Pergerakan satwa yang semakin luas membuat area pencarian terus diperluas. Pemerintah bersama tim gabungan berupaya mempersempit lokasi persembunyian agar monyet dapat segera diamankan tanpa menimbulkan korban baru.

Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Puri Husada maupun puskesmas. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memastikan seluruh biaya pengobatan, termasuk pemberian vaksin antirabies hingga tuntas sesuai prosedur medis, ditanggung secara gratis.

Camat Tembilahan Ari Syuria mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama monyet liar tersebut belum berhasil diamankan.

"Jumlah korban saat ini sudah mencapai 10 orang. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama mengawasi anak-anak dan untuk sementara tidak membiarkan mereka bermain di luar rumah tanpa pengawasan. Kami juga mengajak masyarakat mengaktifkan kembali siskamling agar keberadaan monyet liar ini dapat segera diketahui dan dilaporkan kepada petugas," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangkap monyet tersebut secara mandiri karena berpotensi membahayakan keselamatan.

"Apabila masyarakat melihat keberadaan monyet liar tersebut, segera laporkan kepada Posko Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui nomor 0851-8794-9123. Jangan mencoba menangkap sendiri karena dapat membahayakan keselamatan. Biarkan petugas yang melakukan penanganan agar tidak menimbulkan korban baru," tegasnya.

Hingga Jumat petang, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pergerakan monyet liar. Pemerintah berharap satwa tersebut segera berhasil diamankan sehingga rasa aman masyarakat dapat kembali pulih.

Di tengah upaya penanganan yang terus dilakukan pemerintah, dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk inisiatif Ketua PW IWO Provinsi Riau Muridi Susandi yang membuka sayembara penangkapan monyet liar secara hidup-hidup, diharapkan dapat mempercepat berakhirnya teror yang telah meresahkan warga Tembilahan Hilir sekaligus mengembalikan rasa aman bagi masyarakat.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks