Pencarian

Ketua MUI Inhil: Pemberantasan Narkoba oleh AKBP Farouk Oktora Bentuk Penyelamatan Umat

Kamis, 25 Juni 2026 • 16:56:23 WIB
Ketua MUI Inhil: Pemberantasan Narkoba oleh AKBP Farouk Oktora Bentuk Penyelamatan Umat
Keterangan Poto : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Drs. H. Azhari Syukur, M.A.

TEMBILAHAN,ANDALAN.CO-Perang melawan narkoba di Kabupaten Indragiri Hilir terus menunjukkan hasil nyata. Di tengah ancaman peredaran narkotika yang mengintai generasi muda hingga pelosok daerah, langkah tegas Polres Indragiri Hilir di bawah kepemimpinan AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., mendapat apresiasi tinggi dari kalangan ulama.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indragiri Hilir, Drs. H. Azhari Syukur, M.A., menilai keberhasilan Polres Inhil mengungkap ratusan kasus narkotika bukan sekadar penegakan hukum, melainkan bagian dari ikhtiar besar menyelamatkan umat dan masa depan bangsa.

"Pemberantasan narkoba yang dilakukan Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora beserta jajaran bukan hanya soal menangkap pelaku kejahatan. Ini adalah bentuk penyelamatan umat, penyelamatan generasi muda, dan penyelamatan masa depan daerah kita," ujar Azhari ketika dikonfirmasi wartawan melalui pesawat watshaapnya.Kamis (26/6/2026).

Menurutnya, narkoba merupakan ancaman serius yang tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan moral, keluarga, bahkan masa depan masyarakat. Karena itu, keberhasilan aparat kepolisian menggagalkan peredaran narkotika patut mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat.

"Kami dari MUI Kabupaten Indragiri Hilir memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada AKBP Farouk Oktora dan seluruh personel Satresnarkoba. Apa yang mereka lakukan hari ini adalah kerja kemanusiaan yang sangat mulia, melindungi masyarakat dari kehancuran akibat narkoba," tegasnya.

Apresiasi tersebut bukan tanpa alasan. Sepanjang periode 1 Januari hingga 24 Juni 2026, Satresnarkoba Polres Inhil berhasil mengungkap 102 laporan polisi dengan total 134 tersangka yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

Dari operasi yang dilakukan di berbagai wilayah, polisi menyita barang bukti dalam jumlah besar, yakni 2.794,06 gram sabu, 1.351 butir ekstasi, dan 96,2 gram ganja. Jumlah tersebut dinilai telah menyelamatkan ribuan masyarakat dari potensi penyalahgunaan narkoba.

Dalam kegiatan yang dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat itu, barang bukti narkotika hasil pengungkapan dari sejumlah kecamatan seperti Keritang, Kempas, Mandah, dan Tembilahan dimusnahkan secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada 15 Juni 2026. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menggagalkan peredaran 1.572,92 gram sabu dan 1.060 butir ekstasi, yang diduga akan diedarkan di wilayah Indragiri Hilir dan sekitarnya.

Bagi MUI Inhil, angka-angka tersebut bukan sekadar data statistik. Di balik setiap gram sabu yang disita dan setiap butir ekstasi yang dimusnahkan, terdapat ribuan nyawa yang terselamatkan dari ancaman ketergantungan narkoba.

"Kalau narkoba ini berhasil beredar, dampaknya sangat besar. Bisa merusak anak-anak kita, menghancurkan keluarga, bahkan mengancam masa depan daerah. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat mendukung aparat kepolisian dan bersama-sama memerangi narkoba," kata Azhari.

Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora menegaskan bahwa perang terhadap narkotika tidak akan pernah berhenti. Menurutnya, Polres Inhil akan terus meningkatkan upaya pencegahan, pengungkapan, dan penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba.

"Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat mengetahui hasil kerja Polres Indragiri Hilir dalam mengungkap kasus narkotika. Kami akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap pelaku peredaran narkoba demi menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkotika," tegas Farouk.

MUI Kabupaten Indragiri Hilir berharap sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, ulama, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat semakin kuat. Sebab, perang melawan narkoba bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama demi menjaga generasi penerus dan menyelamatkan masa depan Indragiri Hilir dari ancaman narkotika.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks