Pencarian

Wabup Said Fadheil Resmikan Sosialisasi EWS Gizi, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Rabu, 17 Juni 2026 • 16:13:01 WIB
Wabup Said Fadheil Resmikan Sosialisasi EWS Gizi, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

MEULABOH,ANDALAN.CO-Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH, membuka kegiatan Gerakan Aceh Barat Tanggap Risiko Stunting dan Sosialisasi Sistem Early Warning Gizi (EWS) 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk pencegahan stunting dan wasting di Kabupaten Aceh Barat, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Teuku Umar, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Aceh Barat itu merupakan bagian dari upaya memperkuat deteksi dini dan intervensi terhadap risiko gangguan gizi pada ibu hamil, bayi, dan anak.

Dalam sambutannya, Said Fadheil mengatakan stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia karena dampaknya tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, prestasi pendidikan, produktivitas ekonomi, kualitas kesehatan, dan daya saing bangsa di masa depan.

“Stunting masih menjadi salah satu tantangan besar dalam pembangunan SDM. Dampaknya tidak hanya terbatas pada gangguan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berkontribusi terhadap perkembangan kognitif, prestasi pendidikan, produktivitas ekonomi, kualitas kesehatan, serta daya saing bangsa di masa depan,” ujarnya.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2025, prevalensi stunting di Aceh Barat tercatat sekitar 33 persen. Pada 2026, angka tersebut turun menjadi 25,8 persen. Meski mengalami penurunan, prevalensi stunting di daerah itu masih berada di atas rata-rata nasional yang mencapai 18 persen.

Menurut Said, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ibu hamil, bayi, dan anak yang belum mendapatkan deteksi risiko serta intervensi secara optimal selama periode 1.000 hari pertama kehidupan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyambut baik inovasi yang dikembangkan Universitas Teuku Umar (UTU) melalui dashboard gizi yang terintegrasi dengan Sistem Early Warning Gizi (EWS) pada 1.000 HPK.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah gampong, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun sistem pencegahan stunting yang lebih responsif, berbasis teknologi, dan berkelanjutan,” katanya.

Ia juga meminta seluruh peserta, terutama tenaga kesehatan di setiap puskesmas, untuk mengikuti materi yang disampaikan narasumber dan tim peneliti secara serius agar upaya penanganan risiko stunting di Aceh Barat dapat berjalan lebih optimal.

(Muhibbul)

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks