BANGKINANG,ANDALAN.CO-Dua organisasi wartawan di Kabupaten Kampar, Riau, menyatakan siap menjalani tes urine sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di kalangan insan pers.

Kedua organisasi tersebut yakni Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kampar dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kampar.

Kesiapan itu disampaikan menyusul pernyataan tokoh pemuda Bangkinang, Abdillah Fajri, yang mendorong Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar menggelar tes urine bagi wartawan.

Abdillah sebelumnya menyoroti persoalan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. Ia menilai langkah pencegahan perlu menyasar berbagai kalangan, termasuk pekerja media.

"Kami berharap kepada BNK Kampar agar dapat melakukan tes urine kepada rekan-rekan pers Kampar guna mencegah dampak negatif narkoba terhadap produk berita yang dihasilkan," ujar Abdillah.

Menanggapi usulan tersebut, Ketua PD IWO Kampar, Ilham Sidiq, menyatakan pihaknya menyambut baik rencana pelaksanaan tes urine bagi wartawan.

Ilham menegaskan, seluruh jajaran organisasinya siap mengikuti pemeriksaan apabila kegiatan tersebut dilaksanakan oleh instansi berwenang.

"Kami dari pengurus IWO Kampar siap untuk melakukan tes urine. Kami juga akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan PWI Kampar serta organisasi media lainnya di Kabupaten Kampar agar pelaksanaannya dapat dilakukan bersama," kata Ilham.

Menurut Ilham, tes urine dapat menjadi salah satu langkah konkret untuk menunjukkan komitmen insan pers dalam menjaga profesionalisme, integritas, dan kepercayaan masyarakat.

Ia berharap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi wartawan.

PWI Kampar Siap Jadi yang Pertama Jalani Tes Urine

Dukungan serupa datang dari Ketua PWI Kampar periode 2026–2029, Syawal.

Syawal menegaskan bahwa pengurus dan anggota PWI Kampar tidak keberatan menjalani tes urine sebagai bentuk keterbukaan sekaligus komitmen menjaga marwah profesi jurnalistik.

"Kami pengurus PWI Kampar beserta anggota menyatakan siap untuk dilakukan tes urine," tegas Syawal.

Bahkan, Syawal menyatakan PWI Kampar bersedia menjadi organisasi wartawan pertama yang mengikuti pemeriksaan apabila program tersebut direalisasikan.

"Tidak hanya itu, PWI Kampar juga bersedia menjadi organisasi wartawan pertama untuk pelaksanaan tes urine. Kami ingin menunjukkan komitmen bahwa insan pers harus menjaga diri dari penyalahgunaan narkoba dalam menjalankan tugas jurnalistik," ujarnya.

Syawal mengatakan, pihaknya berencana berkoordinasi dengan Ketua BNK Kampar yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kampar, Misharti, untuk membahas teknis pelaksanaan tes urine.

Koordinasi tersebut dinilai penting agar kegiatan dapat berjalan sesuai prosedur serta melibatkan organisasi pers secara proporsional.

Kesiapan PD IWO dan PWI Kampar menjalani tes urine menjadi bentuk respons terhadap dorongan masyarakat agar upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dilakukan secara lebih luas.

Kedua organisasi tersebut menegaskan pentingnya menjaga integritas wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik, termasuk menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkotika.

Pelaksanaan tes urine diharapkan dapat dilakukan secara transparan, terkoordinasi, dan sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap menghormati hak serta privasi peserta pemeriksaan.

Langkah ini juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan kerja pers yang sehat, profesional, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Hingga kini, pelaksanaan tes urine tersebut masih berupa usulan dan pernyataan kesiapan dari organisasi wartawan. Jadwal maupun mekanisme pemeriksaan belum diumumkan.

Reporter: Redaksi