INDRAGIRI HILIR,ANDALAN.CO- Semangat toleransi antarumat beragama kembali terlihat nyata di Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir. Dalam momentum bulan suci Ramadan, Ketua PSMTI Kecamatan Kateman, Mawi Sanusi (Akai), menyalurkan bantuan uang tunai kepada 12 masjid dan surau, Jumat (20/03/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi simbol kuat kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat. PSMTI sebagai organisasi yang mayoritas beranggotakan warga Tionghoa menunjukkan komitmennya dalam membangun keharmonisan dengan masyarakat Muslim melalui aksi nyata.
Mawi Sanusi (Akai) mengatakan bahwa Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa saling menghargai antarumat beragama. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan harus terus dijaga, terlebih di daerah yang memiliki latar belakang masyarakat yang beragam seperti Kecamatan Kateman.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling membantu. Justru dengan keberagaman, kita bisa saling melengkapi dan memperkuat persatuan,” ujarnya ketika dikonfirmasi melalui seluler.
Ia menambahkan, bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan ibadah umat Muslim selama Ramadan, seperti penyelenggaraan salat tarawih, buka puasa bersama, hingga kegiatan sosial keagamaan lainnya.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi pesan moral bahwa toleransi tidak hanya sebatas wacana, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satu pengurus Masjid Al Ikhlas, Tepo (62), menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas bantuan yang diberikan. Ia menilai, perhatian dari Ketua PSMTI tersebut menjadi bukti bahwa hubungan antarumat beragama di Kateman berjalan dengan baik dan penuh rasa saling menghormati.
“Kami sangat mengapresiasi bantuan ini. Ini bukan hanya soal materi, tetapi juga bentuk kepedulian dan kebersamaan. Ini memperlihatkan bahwa kita hidup berdampingan dengan penuh rasa hormat,” ungkapnya.
Rudi (55) salah seorang tokoh masyarakat setempat pun menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai aksi yang dilakukan Sanusi (Akai) dapat menjadi contoh teladan dalam menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan di tengah perbedaan.
Di tengah berbagai tantangan sosial yang kerap muncul akibat perbedaan, kegiatan seperti ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus menanamkan nilai toleransi, saling menghargai, dan gotong royong.
Dengan semangat Ramadan yang penuh berkah, aksi berbagi lintas agama ini menjadi pengingat bahwa persatuan dan keharmonisan adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang damai dan sejahtera.

