TEMBILAHAN,ANDALAN.CO-Titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Parit 18, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dilaporkan sudah padam, Sabtu (5/9/2026).

Meski api tak lagi terlihat, penanganan belum dihentikan. Tim gabungan masih melakukan verifikasi dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Verifikasi dilakukan dengan memeriksa langsung kondisi lahan yang sebelumnya terbakar. Sementara pendinginan dilakukan melalui penyiraman lanjutan, terutama pada bagian lahan yang masih menyimpan panas.

Langkah tersebut penting mengingat karakteristik lahan yang dapat menyimpan bara di bawah permukaan. Api yang terlihat padam di atas permukaan belum menjadi jaminan kawasan benar-benar aman.

Kapolsek Tembilahan Kota IPDA Ripal Indrawata, S.H., M.H., mengatakan kondisi di lokasi hingga Sabtu sudah jauh lebih terkendali dan titik api tidak lagi ditemukan. Namun, personel tetap melakukan penyisiran dan pendinginan sebagai langkah antisipasi.

“Alhamdulillah, untuk titik api saat ini sudah padam. Hari ini kami bersama tim gabungan melaksanakan verifikasi dan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara atau titik panas yang berpotensi kembali menyala,” kata Ripal, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Ripal, petugas tidak ingin lengah meski api sudah berhasil dipadamkan. Penyisiran dilakukan terhadap kawasan yang sebelumnya terbakar, termasuk memeriksa bagian lahan yang dinilai masih berpotensi menyimpan panas.

“Api memang sudah tidak terlihat, tetapi pekerjaan belum selesai. Kami harus memastikan kondisi lahan benar-benar aman. Karena itu, pendinginan dan pengecekan terus dilakukan pada titik-titik yang sebelumnya terbakar,” ujarnya.

Pemantauan juga dilakukan menggunakan drone untuk membantu melihat kondisi kawasan dari udara. Teknologi tersebut membantu tim mendapatkan gambaran lebih luas terhadap area yang sulit dipantau secara langsung dari darat.

Di lapangan, personel gabungan menyisir lahan sembari melakukan penyiraman pada bagian yang dinilai masih membutuhkan pendinginan.

Penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kecamatan, PT PLTU,relawan, masyarakat hingga unsur lainnya yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Ripal mengapresiasi kerja bersama seluruh pihak yang sejak awal berjibaku melakukan pemadaman hingga pendinginan.

“Ini merupakan kerja bersama. TNI, Polri, Damkar, BPBD, pemerintah, relawan, masyarakat dan seluruh unsur yang terlibat telah bekerja di lapangan. Kami mengucapkan terima kasih kepada semuanya. Sekarang fokus kita memastikan tidak ada api yang kembali muncul,” katanya.

Karhutla di kawasan Parit 18 sebelumnya kembali muncul pada Rabu (2/9/2026). Api membakar lahan yang sebelumnya juga pernah terbakar dan lokasinya berada tidak jauh dari kawasan permukiman serta fasilitas umum.

Kondisi tersebut membuat penanganan dilakukan secara intensif. Selain pengerahan personel dan pemadaman dari darat, helikopter water bombing juga sempat dikerahkan untuk membantu menekan api dari udara.

Setelah melalui rangkaian pemadaman, titik api kini sudah berhasil dipadamkan. Kendati demikian, tim gabungan tetap bersiaga dan melakukan pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali api.

Ripal juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran serta segera melapor apabila menemukan asap atau titik api baru.

“Harapan kita tentu kondisi ini tetap aman. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila melihat asap maupun indikasi kebakaran, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” tutupnya.

Titik api boleh sudah padam, tetapi pengawasan belum berakhir. Tim gabungan masih menyisir Parit 18 untuk memastikan bara benar-benar mati dan kebakaran tidak kembali terjadi.

Reporter: Redaksi