Ketua IWO Riau Ingatkan Bahaya Love Scamming, Jangan Terjebak Cinta Palsu di Dunia Maya

Keterangan Foto: Ketua PW-IWO Provinsi Riau Muridi Susandi mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus love scamming yang memanfaatkan hubungan emosional untuk melakukan penipuan di dunia maya
Penulis: Redaksi
Rabu, 08 Juli 2026 | 21:57:00 WIB

PEKANBARU,ANDALAN.CO- Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai modus love scamming yang semakin marak terjadi di ruang digital. Kejahatan ini memanfaatkan hubungan emosional untuk menguras uang hingga mencuri data pribadi korban.

Muridi mengungkapkan, dirinya banyak menerima cerita dari rekan-rekan yang dikenalnya dan mengaku menjadi korban dengan modus serupa. Para korban umumnya terjebak karena pelaku mampu membangun kedekatan emosional sebelum akhirnya melakukan penipuan.

"Beberapa rekan yang saya kenal bercerita mengalami hal yang sama. Awalnya komunikasi berjalan baik, pelaku memberikan perhatian dan membangun kepercayaan, kemudian mulai muncul permintaan dengan berbagai alasan," ujar Muridi. Rabu (08/07/2026).

Ia menjelaskan, love scamming merupakan bentuk kejahatan siber ketika pelaku menggunakan identitas palsu untuk membangun hubungan romantis fiktif dengan korban. Setelah korban merasa yakin dan memiliki ikatan emosional, pelaku mulai menjalankan aksinya dengan meminta bantuan uang maupun informasi pribadi.

"Pelaku biasanya datang dengan cerita yang menyentuh hati, membangun rasa percaya, lalu perlahan meminta bantuan berupa uang atau data pribadi," katanya.

Menurut Muridi, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat berkenalan dengan seseorang melalui media sosial, aplikasi percakapan, maupun berbagai platform digital lainnya.

Salah satu tanda yang harus dicermati adalah munculnya cerita dramatis dari seseorang yang baru dikenal, seperti mengalami masalah keuangan, musibah, kebutuhan mendesak, atau kondisi darurat yang kemudian diikuti permintaan bantuan dana.

"Jangan pernah mengirim uang kepada orang yang belum pernah ditemui secara langsung. Ini langkah paling penting agar tidak menjadi korban," tegasnya.

Muridi juga meminta masyarakat tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan perasaan ketika menghadapi hubungan daring yang mencurigakan. Ia menyarankan agar setiap keraguan dibicarakan dengan keluarga, teman, atau orang yang dipercaya.

"Orang terdekat dapat membantu melihat situasi secara lebih objektif, terutama ketika seseorang sudah mulai terbawa perasaan," jelasnya.

Ia menambahkan, apabila masyarakat merasa menjadi korban love scamming, segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib dan platform digital tempat komunikasi dengan pelaku berlangsung.

Selain menimbulkan kerugian finansial, Muridi mengingatkan bahwa love scamming juga dapat berkaitan dengan tindak kejahatan lain, termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), apabila korban masuk dalam jaringan manipulasi yang lebih besar.

"Kejahatan digital terus berkembang. Karena itu, literasi digital dan sikap hati-hati menjadi benteng utama untuk melindungi diri," ujarnya.

Muridi menegaskan, hubungan yang sehat tidak akan meminta seseorang mengorbankan keamanan finansial maupun menyerahkan data pribadi secara sembarangan.

"Cinta sejati tidak akan meminta seseorang kehilangan keamanan dan masa depannya. Mari bersama menciptakan ruang digital yang lebih aman," pungkasnya.
 

Reporter: Redaksi