TEMBILAHAN,ANDALAN.CO– Proyek peningkatan jalan lingkungan di Jalan Madrasah Gang Madrasah VII, Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, menuai sorotan dan kritik dari masyarakat.
Pasalnya, jalan yang disemenisasi tersebut berada di kawasan tanah kosong yang tidak berpenghuni, sementara di sejumlah titik lain di Kecamatan Tembilahan masih banyak jalan rusak yang lebih mendesak untuk diperbaiki.
Hasil investigasi wartawan di lapangan menunjukkan bahwa di sepanjang ruas jalan yang dibangun tidak terlihat satu pun bangunan rumah maupun aktivitas warga. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait prioritas pembangunan dan dugaan pemborosan anggaran daerah.
Proyek tersebut merupakan kegiatan Peningkatan Jalan Lingkungan JL. Madrasah Gg Madrasah VII dengan nilai anggaran Rp89.800.000,00, bersumber dari APBD Kabupaten Indragiri Hilir Tahun Anggaran 2025.
Pekerjaan dilaksanakan selama 50 hari kalender oleh CV Harindo Raya, dengan pengawasan dari CV Labora Karya.
Salah seorang warga Kecamatan Tembilahan, SG (54),menyayangkan pembangunan jalan di lokasi yang dinilainya tidak memiliki urgensi.
Menurutnya, banyak jalan lingkungan lain yang kondisinya jauh lebih memprihatinkan dan digunakan langsung oleh masyarakat.
“Kami heran, jalan di sini disemenisasi tapi tidak ada rumah sama sekali. Sementara jalan yang setiap hari dilalui warga justru rusak dan berlubang. Ini terkesan tidak tepat sasaran dan seperti pemborosan anggaran,” ujar SG (54) kepada wartawan.Senin (22/12/2025).
SG juga berharap pemerintah daerah lebih jeli dalam menentukan lokasi pembangunan agar anggaran yang bersumber dari uang rakyat benar-benar memberikan manfaat nyata.
Kritik serupa juga datang dari warga lainnya SI (40) yang menilai pembangunan di lahan kosong tersebut tidak mencerminkan asas skala prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kelurahan maupun instansi teknis terkait belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pemilihan lokasi proyek tersebut.
Masyarakat berharap ke depan pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dapat lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat, sehingga setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh publik.

