GRIYA MUKTI JAYA— Pemerintah Desa Griya Mukti Jaya memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang menyoroti ketidakjelasan Program Ketahanan Pangan serta dugaan pengerjaan jembatan yang tidak sesuai standar pada tahun anggaran 2024. Kepala Desa Griya Mukti Jaya, Indra Setiawan, membantah seluruh tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa seluruh program telah dilaksanakan sesuai ketentuan.
Sebelumnya, seorang warga berinisial FM menyampaikan bahwa masyarakat tidak pernah menerima sosialisasi mengenai bentuk kegiatan ketahanan pangan, termasuk jenis bantuan yang disalurkan. Ia juga menilai pembangunan rehabilitasi dan peningkatan pengerasan jembatan desa diduga dilakukan asal-asalan sehingga kualitasnya dipertanyakan.
Menanggapi hal tersebut, Indra Setiawan menjelaskan bahwa Program Ketahanan Pangan telah direalisasikan secara bertahap dan disalurkan langsung ke penerima manfaat di tingkat RT dan RW. Ia merinci realisasi program yang bersumber dari anggaran tahun 2024 senilai Rp207.340.000, antara lain:
Bantuan alat pertanian, seperti parang, pengait kelapa, dan sulak kelapa, yang disalurkan sesuai kebutuhan kelompok tani.
Bantuan bebek untuk setiap RW, yang saat ini diklaim telah berkembang dan menjadi sumber penghasilan melalui produksi telur bebek.
“Seluruh bantuan program ketahanan pangan sudah diberikan kepada masyarakat sesuai pendataan. Hasilnya pun sudah dirasakan, terutama bantuan bebek yang kini menghasilkan telur dan membantu ekonomi warga,” ujarnya.
Terkait dugaan kualitas pengerjaan jembatan yang buruk, Indra menegaskan bahwa proyek dengan anggaran Rp114.172.000 tersebut telah dikerjakan mengikuti spesifikasi teknis yang ditetapkan. Ia memastikan bahwa jembatan yang dibangun pada tahun 2024 itu masih kokoh dan berfungsi dengan baik.
“Satu unit jembatan yang dibangun tahun 2024 itu kondisinya kokoh dan masih digunakan warga tanpa masalah. Tidak benar jika disebut dikerjakan asal-asalan,” tegasnya.
Indra juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum diverifikasi. Ia meminta warga untuk mengedepankan komunikasi dan klarifikasi langsung kepada pemerintah desa apabila terdapat informasi yang dirasa kurang tepat.
“Kami berharap warga tetap mengedepankan komunikasi. Pemerintah desa bekerja untuk kepentingan bersama dan siap menerima masukan,” katanya.
Melalui klarifikasi ini, Pemerintah Desa Griya Mukti Jaya berharap polemik yang berkembang dapat mereda dan seluruh pihak dapat kembali fokus pada upaya membangun desa secara berkelanjutan.

