Wadirut PLN Resmikan Kantor UP3 Sukoharjo, Proyek Rp24 Miliar Disorot
JAKARTA,ANDALAN.CO- Peresmian kantor baru PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Sabtu (31/10/2026), menjadi sorotan. Selain kehadiran Wakil Direktur Utama PLN Yusuf Didi Setiarto, muncul pertanyaan mengenai proses pengadaan proyek pembangunan kantor yang disebut bernilai sekitar Rp24 miliar tersebut.
Informasi peresmian kantor itu diketahui melalui unggahan akun Instagram Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Dalam kegiatan tersebut, Yusuf Didi Setiarto hadir bersama sejumlah pejabat PLN, termasuk Executive Vice President (EVP) Umum PLN Pusat Khairullah.
Peresmian kantor tersebut awalnya berlangsung sebagaimana kegiatan seremonial pada umumnya. Namun, sejumlah pertanyaan muncul dari sumber di lingkungan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, terutama terkait ketidakhadiran Direktur Utama PLN yang baru, Suroso Isnandar.
Seorang sumber internal PLN UID Jawa Tengah mengaku berharap Direktur Utama PLN dapat hadir langsung dalam kegiatan tersebut untuk bertemu dengan jajaran pegawai.
"Ya, kan harapannya Dirut PLN baru yang menggantikan Darmawan Prasodjo hadir langsung menemui kami pegawai PLN di Jawa Tengah ini. Tapi yang hadir justru Pak Wadirut dan EVP Umum Khairullah," ujar sumber tersebut.
Menurut sumber itu, terdapat informasi bahwa Suroso Isnandar juga sedang berada di Jawa Tengah pada waktu yang berdekatan dengan pelaksanaan peresmian.
Sumber tersebut turut mempertanyakan informasi mengenai persiapan kegiatan yang disebut awalnya direncanakan secara terbatas.
"Tapi memang begitu, acara ini dibuat diam-diam saja. Bahkan saat peresmian di Sukoharjo itu awalnya pimpinan PLN minta tidak mengundang pihak lain, tapi ternyata pihak Pemkab mengundang Forkopimda dan diposting juga di Instagram mereka," ungkapnya.
Meski demikian, informasi mengenai rencana awal kegiatan maupun alasan ketidakhadiran Direktur Utama PLN tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi dari manajemen perusahaan.
Dalam kegiatan peresmian itu, General Manager PLN UID Jawa Tengah Bramantyo Anggun Pambudi juga disebut turut hadir.
Kehadiran sejumlah pejabat tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dari sumber internal mengenai koordinasi dan pembagian kewenangan dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan.
Sebagaimana disebutkan dalam informasi yang dihimpun, Suroso Isnandar ditetapkan sebagai Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026.
Proyek Kantor PLN UP3 Sukoharjo Rp24 Miliar Dipertanyakan
Sorotan terhadap peresmian kantor PLN UP3 Sukoharjo tidak hanya berkaitan dengan kehadiran jajaran direksi. Proses pengadaan proyek pembangunan kantor tersebut juga menjadi perhatian.
Berdasarkan informasi yang disampaikan sumber di lingkungan PLN, pembangunan kantor baru itu disebut menelan anggaran sekitar Rp24 miliar.
Proyek tersebut diduga dikerjakan oleh PT Sinergi Properti Pratama (SPP), perusahaan yang disebut memiliki keterkaitan dengan Dana Pensiun PLN, melalui mekanisme penunjukan langsung (PL).
Seorang sumber di lingkungan PLN Pusat bahkan menyampaikan dugaan bahwa pekerjaan pembangunan kantor tersebut dilaksanakan tanpa didukung kontrak pekerjaan yang semestinya.
Namun, informasi mengenai nilai proyek, mekanisme penunjukan penyedia jasa, serta keberadaan dokumen kontrak tersebut belum dapat dipastikan secara independen.
Belum diketahui pula dasar pemilihan mekanisme pengadaan maupun ketentuan internal PLN yang digunakan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Karena itu, diperlukan penjelasan resmi dari manajemen PLN untuk memastikan apakah proses pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sumber tersebut juga mempertanyakan peran sejumlah pejabat PLN dalam proses pelaksanaan proyek. Meski demikian, belum terdapat bukti yang dapat memastikan adanya penyimpangan kewenangan ataupun pelanggaran aturan pengadaan.
EVP Umum dan GM PLN UID Jateng Belum Berikan Tanggapan
Untuk memperoleh penjelasan terkait informasi tersebut, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada EVP Umum PLN Pusat Khairullah melalui pesan WhatsApp pada Kamis (5/11/2026).
Namun, hingga naskah ini disusun, pesan konfirmasi tersebut belum memperoleh tanggapan.
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada General Manager PLN UID Jawa Tengah Bramantyo Anggun Pambudi melalui pesan WhatsApp. Hingga waktu yang sama, belum diperoleh jawaban.
Belum adanya tanggapan tersebut tidak dapat diartikan sebagai pembenaran atas dugaan yang disampaikan sumber.
Sejumlah hal masih memerlukan klarifikasi, khususnya mengenai nilai anggaran pembangunan, status kontrak pekerjaan, mekanisme pengadaan, serta pihak yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan proyek kantor PLN UP3 Sukoharjo.
Penjelasan resmi dari PLN diperlukan agar informasi yang berkembang dapat diuji secara terbuka dan tidak menimbulkan spekulasi mengenai tata kelola proyek perusahaan.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari manajemen PLN mengenai dugaan persoalan pengadaan proyek pembangunan kantor UP3 Sukoharjo tersebut.