TEMBILAHAN,ANDALAN.CO- Titik api masih terpantau di kawasan Parit 18, Kelurahan sungai beringin,Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Jumat (4/9/2026) sore. Tim gabungan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api dan bara tidak kembali meluas.

Pantauan Andalan.co langsung di lokasi, pemantauan juga dilakukan dari udara menggunakan drone untuk melihat kondisi lahan serta mendeteksi titik-titik yang masih membutuhkan penanganan.

Kapolsek Tembilahan Kota IPDA Ripal Indrawata, S.H., M.H. turut berada di lapangan bersama tim gabungan. Dari layar pemantauan drone, sejumlah bagian kawasan diperiksa untuk membantu menentukan titik yang perlu segera didatangi personel.

Di darat, petugas terus bergerak menyisir lahan. Selang pemadam dibentangkan, mesin pompa dioperasikan, sementara air diarahkan ke bagian lahan yang masih mengeluarkan asap maupun terdapat titik api.

Upaya tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh unsur Polri, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kecamatan, relawan, masyarakat serta berbagai unsur lain yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Pemanfaatan drone membantu petugas mendapatkan gambaran kondisi kawasan dari udara, terutama untuk menjangkau pemantauan terhadap bagian lahan yang sulit terlihat secara langsung dari darat.

Ketika titik api atau kepulan asap terpantau dari udara, informasi tersebut menjadi salah satu acuan bagi tim di lapangan untuk melakukan penyisiran, pemadaman maupun pendinginan.

Kapolsek Tembilahan Kota IPDA Ripal Indrawata mengatakan penanganan karhutla di Parit 18 tetap mengedepankan kerja sama seluruh unsur. Menurutnya, pemantauan menggunakan drone merupakan bagian dari upaya bersama untuk membantu petugas mengetahui kondisi terkini di lapangan.

“Hari ini titik api masih terpantau sehingga pemadaman dan pendinginan terus kita lakukan bersama. Drone kita gunakan untuk membantu pemantauan dari udara, sehingga titik yang masih terdapat api maupun asap dapat diketahui dan selanjutnya ditangani oleh tim di lapangan,” kata Ripal, Jumat sore.

Ia menegaskan, penanganan karhutla bukan pekerjaan satu instansi. Seluruh pihak yang berada di lapangan memiliki peran masing-masing dan saling mendukung.

“Yang paling penting adalah kebersamaan. Di lapangan kita bekerja sebagai satu tim. TNI, Polri, Damkar, BPBD, pemerintah, relawan, masyarakat dan seluruh unsur yang terlibat saling membantu sesuai tugas dan kemampuan masing-masing. Tidak ada yang bekerja sendiri karena tujuan kita sama, yakni memastikan api dapat dikendalikan dan masyarakat tetap aman,” ujarnya.

Ripal juga mengingatkan bahwa pendinginan menjadi bagian penting setelah api berhasil ditekan. Kondisi lahan yang masih menyimpan panas dan bara berpotensi kembali memunculkan api, terutama ketika cuaca panas dan angin bertiup.

“Selama masih ditemukan titik api, asap maupun bara, penanganan akan terus dilakukan. Kita juga mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan segera menyampaikan kepada petugas apabila melihat adanya titik api baru,” katanya.

Karhutla di kawasan Parit 18 sebelumnya diketahui kembali muncul pada Rabu (2/9/2026). Api membakar lahan yang sebelumnya juga pernah terbakar dan berada tidak jauh dari kawasan permukiman serta fasilitas umum.

Kondisi tersebut membuat penanganan dilakukan secara intensif. Selain pemadaman dari darat, dalam rangkaian penanganan sebelumnya juga dilakukan water bombing menggunakan helikopter untuk membantu menekan api dari udara.

Dukungan berbagai unsur terus berdatangan. Personel gabungan bergantian menyisir lahan, mengoperasikan mesin pompa, mengarahkan air ke titik api hingga melakukan pendinginan pada bagian lahan yang masih mengeluarkan asap.

Pemantauan menggunakan drone masih dilakukan untuk melihat perkembangan titik api dari udara. Sementara di darat, tim gabungan bergerak menuju titik yang membutuhkan penanganan.

Panas dan asap menjadi tantangan tersendiri. Namun di lapangan, seluruh unsur tetap bekerja berdampingan.

Berbeda seragam dan berbeda tugas, tetapi menghadapi persoalan yang sama.

Upaya pemadaman, pendinginan dan pemantauan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman dan tidak ditemukan lagi titik api maupun bara yang berpotensi kembali menyala.

Di Parit 18, Jumat sore itu, kerja bersama masih berlanjut. Selama titik api masih terpantau, perjuangan tim gabungan belum selesai.
 

Reporter: Redaksi