INHIL,ANDALAN.CO- Peristiwa tragis menimpa Hamsar (27), seorang nelayan asal Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Korban ditemukan meninggal dunia setelah diduga diterkam seekor buaya berukuran sekitar empat meter, Sabtu (7/11/2026).
Jasad korban ditemukan di kawasan Parit Baru, Dusun Mayang Sari, Desa Sungai Undan, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat ditemukan, tubuh korban dilaporkan masih berada di dalam mulut buaya dengan kondisi mengenaskan.
Kapolsek Reteh,IPTU Rozi Dhasa Prima, S.I.P., M.H., menyampaikan bahwa peristiwa tersebut bermula dari adanya informasi mengenai hilangnya seorang warga pada Jumat (6/11/2026), sekitar pukul 18.00 WIB.
Menindaklanjuti informasi tersebut, masyarakat bersama aparat pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas langsung melakukan pencarian terhadap korban.
"Pencarian dilakukan bersama Kepala Desa Sungai Undan Anton Abdurrahman, staf desa Hambali Khumaidi, Bhabinkamtibmas Aipda Budiyanto, serta masyarakat setempat," demikian keterangan yang disampaikan Kapolsek Reteh dalam laporannya.
Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan pada Sabtu siang. Namun, warga dikejutkan dengan kondisi tubuh Hamsar yang masih berada di mulut seekor buaya berukuran besar.
IPTU Rozi menjelaskan, berdasarkan hasil penemuan di lokasi kejadian, korban mengalami luka parah akibat serangan predator tersebut. Tangan dan kaki sebelah kanan korban dilaporkan putus, sementara sejumlah bagian tubuh lainnya mengalami luka serius.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah warga yang ikut melakukan pencarian berusaha menghalau buaya dengan melemparkan benda ke arah satwa tersebut agar melepaskan tubuh korban.
Upaya warga akhirnya membuahkan hasil. Buaya tersebut melepaskan tubuh Hamsar sehingga proses evakuasi dapat dilakukan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah keluarganya di Desa Sungai Undan.
Kapolsek Reteh menyebutkan, buaya yang diduga menyerang korban diperkirakan memiliki panjang sekitar empat meter dengan berat mencapai 400 kilogram.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, IPTU Rozi Dhasa Prima menyampaikan bahwa pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas bersama pemerintah desa telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari pencarian, evakuasi korban hingga memberikan imbauan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan warga, khususnya nelayan dan masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di kawasan perairan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan buaya.
Masyarakat diminta lebih berhati-hati ketika beraktivitas di pinggir parit, sungai, maupun kawasan perairan lainnya yang berpotensi menjadi habitat satwa liar tersebut.
Selain itu, Kapolsek Reteh juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan melawan hukum terhadap buaya yang diduga menyerang korban.
Menurutnya, penanganan terhadap satwa tersebut perlu memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku, mengingat buaya termasuk satwa yang dilindungi.
Sementara itu, IPTU Rozi menyampaikan bahwa petugas kesehatan dari Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sungai Undan, Nur Ihsan, A.Md.Keb., telah melakukan pemeriksaan terhadap korban.
Kepala Desa Sungai Undan, Anton Abdurrahman, juga telah menyatakan bahwa Hamsar meninggal dunia akibat serangan buaya di lokasi kejadian.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat pesisir Kabupaten Indragiri Hilir untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan.
Pihak kepolisian bersama pemerintah desa mengingatkan masyarakat agar senantiasa mengutamakan keselamatan guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.