PEKANBARU,ANDALAN.CO- Sekitar 17.500 orang menghadiri Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pemuda Kristen se-Provinsi Riau di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Jumat (23/10/2026).

Selain menjadi momentum kebangkitan rohani generasi muda, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama untuk Indonesia, korban bencana alam, serta kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah.

Mengusung tema “Generasi Muda Bangkit”, KKR ini bertujuan mengajak generasi muda memperkuat iman, moral, dan karakter dalam menghadapi tantangan zaman.

Ketua Umum Panitia KKR Pemuda Kristen se-Provinsi Riau 2026, Fanny Jossy Kusumo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi yang pertama kali digelar khusus bagi pemuda Kristen dalam skala Provinsi Riau.

Menurut Fanny, kegiatan ini berangkat dari kerinduan untuk mendorong anak-anak muda kembali mendekatkan diri kepada Tuhan, meninggalkan perilaku negatif, serta menjalani kehidupan yang lebih baik dengan berlandaskan iman.

“Ini pertama kalinya KKR pemuda diadakan untuk Provinsi Riau. Kami berharap melalui kegiatan ini, banyak anak muda yang mau kembali ke jalan Tuhan. Mereka datang bukan hanya untuk mengikuti KKR, tetapi setelah kegiatan ini bisa membawa dampak positif, terutama bagi Provinsi Riau,” kata Fanny.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga memanjatkan doa bersama untuk bangsa dan negara, masyarakat yang terdampak bencana alam, serta kondisi kabut asap. Doa ini menjadi bentuk kepedulian agar Indonesia senantiasa diberikan perlindungan, masyarakat yang terdampak bencana mendapat kekuatan, dan kondisi lingkungan di wilayah yang mengalami kabut asap segera membaik.

Fanny mengungkapkan, panitia menerima informasi mengenai adanya kecenderungan sebagian pemuda di Riau yang mulai kurang aktif dalam kehidupan bergereja. Ia menyebut, berdasarkan informasi awal yang diterima panitia, jumlahnya diperkirakan cukup signifikan. Namun, angka tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

“Kami rindu ada gerakan rohani yang membawa anak-anak muda kembali ke jalan Tuhan, hidup di dalam Tuhan, meninggalkan dosa, dan mulai aktif bergereja lagi. Kami berharap KKR ini membangkitkan semangat mereka agar bisa berkarya dan memberikan manfaat bagi Provinsi Riau,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah kehadiran yang melampaui perkiraan awal panitia. Fanny menyebut sekitar 15.000 orang telah terdaftar secara resmi, sementara sekitar 2.500 orang lainnya hadir tanpa pendaftaran.

“Yang mendaftar secara resmi hampir 15.000 orang. Sementara yang tidak mendaftar sekitar 2.500 orang. Jadi, jumlah yang hadir malam ini diperkirakan mencapai 17.500 orang,” ungkapnya.

Tingginya jumlah peserta membuat area stadion dipadati jemaat. Demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan karena kapasitas lokasi yang telah terlampaui, panitia memutuskan menutup beberapa pintu masuk.

Selain menjadi sarana penguatan rohani, KKR ini diharapkan mempererat persaudaraan antarpemuda dari berbagai denominasi gereja di Riau. Panitia ingin mendorong generasi muda agar tidak hanya bertumbuh dalam iman, tetapi juga aktif dalam pelayanan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Fanny berharap semangat “Generasi Muda Bangkit” terus berlanjut setelah kegiatan berakhir, sehingga para peserta dapat menerapkan nilai-nilai iman, memperkuat karakter, serta menjadi bagian dari perubahan positif di lingkungan masing-masing.

Reporter: Redaksi