Gencar Beritakan Narkoba, Ketua PW-IWO Riau Mengaku Diteror Lebih dari 20 Nomor Asing Sehari!

FOTO: Tangkapan layar sejumlah nomor telepon berkode luar negeri yang telah diblokir melalui WhatsApp Ketua PW-IWO Provinsi Riau, Muridi Susandi, setelah dirinya mengaku berulang kali menerima panggil
Penulis: Redaksi
Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:36:34 WIB

TEMBILAHAN,ANDALAN.CO- Gencar menyuarakan pemberantasan peredaran narkoba melalui berbagai pemberitaan, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, mengaku belakangan ini kerap menerima panggilan misterius dari puluhan nomor telepon berkode luar negeri.

Tak tanggung-tanggung, Muridi mengaku dalam sehari bisa menerima panggilan dari lebih dari 20 nomor asing berbeda. Rentetan panggilan tersebut menimbulkan kecurigaan dan dinilainya sebagai bentuk teror yang diduga berkaitan dengan aktivitasnya menyuarakan bahaya peredaran narkoba.

Sebagai dokumentasi, Muridi juga memperlihatkan sejumlah tangkapan layar yang menunjukkan deretan nomor telepon berkode luar negeri yang telah diblokir melalui aplikasi WhatsApp miliknya.

Menurut Muridi, pemblokiran dilakukan setelah dirinya berulang kali menerima panggilan dari nomor asing yang tidak dikenal. Meski demikian, ia belum dapat memastikan siapa pihak di balik panggilan tersebut maupun motif sebenarnya.

"Bukti nomor-nomor yang sudah saya blokir ada. Saya tidak ingin berspekulasi siapa pelakunya. Namun, saya tegaskan, tekanan seperti ini tidak akan menyurutkan keberanian saya untuk terus menyuarakan pemberantasan narkoba. Bismillahirrahmanirrahim, insyaallah Allah bersama kita," tegas Muridi, Minggu (18/10/2026).

Kendati demikian, kondisi tersebut tidak membuatnya memilih diam. Ia justru menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan keresahan masyarakat, khususnya terkait ancaman narkoba yang dinilainya semakin mengkhawatirkan hingga ke pelosok desa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

"Bismillahirrahmanirrahim. Insyaallah, selama yang saya perjuangkan adalah kebenaran dan demi menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba, saya tidak akan gentar. Saya yakin Allah SWT senantiasa bersama orang-orang yang memperjuangkan kebaikan," ujarnya.

Muridi mengungkapkan, intensitas panggilan dari nomor luar negeri tersebut cukup mengganggu. Terlebih, panggilan misterius itu muncul di tengah gencarnya pemberitaan mengenai peredaran narkoba yang selama ini menjadi perhatian serius dirinya bersama jajaran IWO.

"Saya tidak ingin menuduh siapa pun. Tetapi ketika kita sedang gencar menyuarakan pemberantasan narkoba, kemudian hampir setiap hari menerima puluhan panggilan dari nomor luar negeri yang tidak dikenal, tentu ini menjadi perhatian tersendiri," ungkapnya.

Menurut Muridi, ancaman maupun tekanan tidak boleh menjadi alasan bagi seorang jurnalis untuk berhenti menyuarakan kepentingan masyarakat. Terlebih, persoalan narkoba bukan sekadar menyangkut pelanggaran hukum, melainkan juga keselamatan masa depan anak-anak dan generasi penerus bangsa.

"Kalau hanya karena teror kita memilih diam, siapa lagi yang akan bersuara untuk menyelamatkan anak cucu kita? Saya lebih memilih menghadapi risiko daripada harus membiarkan generasi muda hancur akibat narkoba," tegasnya.

Ia menegaskan bahwa perjuangan melawan narkoba bukanlah bentuk permusuhan terhadap institusi ataupun pihak tertentu. Sebaliknya, gerakan tersebut merupakan wujud kepedulian sekaligus dukungan terhadap aparat penegak hukum agar semakin serius memberantas jaringan peredaran narkoba.

Muridi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemuda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan hingga insan pers, untuk tidak takut menyuarakan kebenaran dan melaporkan dugaan peredaran narkoba kepada pihak berwenang.

"Jangan biarkan rasa takut membuat kita kehilangan keberanian untuk membela masa depan generasi bangsa. Kita mungkin tidak memiliki kekuasaan, tetapi kita memiliki suara, kepedulian, dan keberanian untuk melawan kerusakan," katanya.

Di tengah situasi tersebut, Muridi turut memohon doa dan dukungan masyarakat agar dirinya senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan, serta perlindungan Allah SWT dalam menjalankan tugas jurnalistik dan menyuarakan aspirasi masyarakat.

"Saya hanya manusia biasa yang tentu memiliki rasa takut. Namun, saya lebih takut apabila suatu hari nanti anak cucu kita kehilangan masa depan karena hari ini kita memilih diam. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar Allah SWT selalu melindungi dan menguatkan langkah saya," tuturnya.

Ia berharap aparat penegak hukum terus memperkuat upaya pemberantasan narkoba hingga ke akar jaringan, termasuk menindak tegas bandar, pengedar, serta siapa pun yang terbukti memberikan perlindungan terhadap bisnis haram tersebut.

Muridi menegaskan, dirinya tidak ingin keberanian masyarakat untuk menyuarakan kebenaran justru padam akibat intimidasi maupun tekanan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baginya, keselamatan generasi bangsa jauh lebih penting daripada rasa takut yang harus dihadapi. Selama masih diberikan kesempatan, ia berkomitmen untuk terus menggunakan profesi jurnalistik sebagai sarana menyampaikan aspirasi masyarakat dan mengawal pemberantasan narkoba.

"Bismillah, saya tidak akan mundur hanya karena tekanan. Selama Allah masih memberikan kesehatan dan kesempatan, pena ini akan terus menulis, suara ini akan terus menyuarakan kebenaran. Pulihkan pengguna, berantas bandar! Polisi bersama masyarakat!" pungkasnya.

Hingga berita ini disusun, identitas penelepon, motif panggilan, serta kemungkinan keterkaitannya dengan pemberitaan narkoba belum dapat dipastikan secara independen.

Reporter: Redaksi