ISPU Inhil Tembus 311, Kapolres Donny: Kurangi Aktivitas di Luar dan Gunakan Masker

Foto: Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto.
Penulis: Redaksi
Selasa, 29 September 2026 | 23:20:00 WIB

INDRAGIRI HILIR,ANDALAN.CO- Kualitas udara di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, semakin memburuk di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, Selasa (29/9/2026). Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang sebelumnya dilaporkan berada di angka 222 kembali meningkat hingga 311 pada sore hari.

Berdasarkan data ISPU yang terpantau pada 29 September 2026 pukul 17.00 WIB, kualitas udara Kabupaten Indragiri Hilir berada pada kategori berbahaya, dengan parameter kritis PM2.5 tercatat pada angka 311.

Dalam informasi tersebut dijelaskan, tingkat kualitas udara pada kategori berbahaya dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat sehingga memerlukan perhatian dan penanganan cepat.

Data itu juga mencatat parameter SO2 berada pada angka 31, O3 sebesar 8 dan NO2 sebesar 33. Sementara PM10, CO dan HC tercatat 0. Kelembapan udara berada di angka 52,1 persen dengan suhu 28 derajat Celsius.

Memburuknya kualitas udara turut berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Pelajar tingkat SD hingga SMP di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu sebelumnya dipulangkan lebih awal sebagai langkah antisipasi terhadap paparan kabut asap.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H. mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan selama kualitas udara belum membaik.

“Untuk sementara, masyarakat kami imbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kurangi aktivitas di luar apabila tidak terlalu mendesak dan jaga kesehatan, terutama anak-anak serta kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan,” kata Donny.

Masyarakat juga diminta memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, lansia, ibu hamil serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Aktivitas di ruang terbuka sebisa mungkin dikurangi selama kondisi udara masih buruk.

Selain persoalan kesehatan, Donny mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Inhil H Fauzan Amrullah mengatakan pemulangan lebih awal siswa SD dan SMP di Tembilahan dan Tembilahan Hulu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan akibat kabut asap.

Kebijakan tersebut untuk sementara diberlakukan pada Selasa. Untuk kegiatan belajar mengajar selanjutnya, Disdik akan melihat perkembangan kualitas udara dan kondisi di lapangan.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Inhil R Iriliansyah menyebut berdasarkan data pada hari yang sama tidak terpantau titik panas maupun titik api di wilayah Inhil. Kabut asap yang menyelimuti Tembilahan diduga berasal dari wilayah lain.

Sebelumnya, data Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Inhil menunjukkan ISPU berada di angka 222 atau kategori sangat tidak sehat. Namun, perkembangan data pada pukul 17.00 WIB menunjukkan indeks meningkat menjadi 311, sehingga kualitas udara masuk kategori berbahaya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta tidak menganggap remeh paparan kabut asap. Penggunaan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara menjadi langkah penting selama kondisi belum membaik.

Aparat kepolisian juga mengingatkan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta kecepatan melaporkan munculnya api menjadi bagian penting dalam mencegah kondisi kabut asap semakin parah.

Reporter: Redaksi