INDRAGIRI HILIR,ANDALAN.CO- Puluhan alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyatakan keberatan atas pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Alumni (PA) GMNI Inhil, Selasa (29/9/2026). Mereka mengaku tidak mendapat pemberitahuan maupun undangan terkait pelaksanaan forum tersebut.
Kelompok alumni yang dikoordinasikan Bung Agung itu mempertanyakan mekanisme Konfercab yang disebut digelar secara mendadak dan hanya dihadiri empat orang alumni.
Menurut keterangan kelompok alumni, Konfercab tersebut turut dihadiri Ketua DPD PA GMNI Riau dan berlangsung di kediaman salah seorang alumni GMNI di Inhil.
Sejumlah alumni mengaku baru mengetahui adanya Konfercab setelah mendapatkan informasi pada hari pelaksanaan. Mereka kemudian mendatangi lokasi, namun forum disebut telah selesai sebelum mereka tiba.
"Kami yang sudah tergolong alumni menurut AD/ART PA GMNI sama sekali tidak diberikan informasi oleh DPC PA GMNI Inhil bahwa Konfercab akan diselenggarakan hari ini. Tidak ada informasi yang dipublikasikan dan tidak ada undangan kepada alumni," kata kelompok alumni tersebut dalam keterangannya.
Mereka juga mempertanyakan mekanisme pemilihan dan penetapan kepengurusan dalam Konfercab tersebut. Menurut mereka, proses pembentukan struktur organisasi semestinya dilakukan dengan melibatkan alumni melalui mekanisme musyawarah sesuai ketentuan organisasi.
Tak hanya mempersoalkan pelaksanaan Konfercab, kelompok alumni tersebut juga menduga terdapat kepentingan tertentu di balik penyelenggaraan forum yang mereka nilai tidak melibatkan alumni secara luas.
Mereka menduga mekanisme Konfercab tersebut berkaitan dengan dinamika organisasi menjelang Konferensi Daerah (Konferda) PA GMNI Riau yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026.
Kelompok alumni mengaitkan persoalan tersebut dengan posisi kepemimpinan DPD PA GMNI Riau menjelang Konferda. Namun, dugaan tersebut merupakan klaim dari kelompok alumni dan belum mendapat tanggapan dari pihak DPD PA GMNI Riau.
Sebagai tindak lanjut, puluhan alumni GMNI Inhil berencana menyampaikan surat resmi kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PA GMNI di Jakarta.
Surat itu rencananya memuat kronologi pelaksanaan Konfercab, keberatan terhadap mekanisme penyelenggaraan, serta dokumen yang menunjukkan bahwa para alumni tersebut pernah berproses di GMNI dan memenuhi persyaratan sebagai alumni.
Mereka akan meminta DPP PA GMNI mengevaluasi proses Konfercab serta tidak menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPC PA GMNI Inhil sebelum persoalan tersebut mendapat penyelesaian melalui mekanisme organisasi.
Kelompok alumni juga berencana meminta DPP PA GMNI mengevaluasi kinerja Ketua DPD PA GMNI Riau. Mereka menilai persoalan di Inhil perlu mendapat perhatian, terlebih sejumlah daerah lain juga disebut akan melaksanakan Konfercab dalam waktu berdekatan.
Para alumni berharap DPP PA GMNI dapat menindaklanjuti laporan tersebut secara objektif dan memastikan proses pembentukan kepengurusan di tingkat cabang berjalan sesuai aturan organisasi.
Dalam rencana penyampaian laporan, kelompok alumni turut merujuk Surat DPP PA GMNI Nomor 016/Int/DPP/PA-GMNI/VII/2026 tentang Instruksi Penjadwalan Konferda dan Konfercab PA GMNI di wilayah Provinsi Riau.
Menurut kelompok alumni, surat tersebut memuat arahan untuk berkoordinasi dengan Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP PA GMNI, Bung Riano Oscha.
Karena itu, mereka berencana menyampaikan kronologi persoalan yang terjadi di Inhil kepada DPP PA GMNI untuk menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi organisasi.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari Ketua DPD PA GMNI Riau maupun Ketua DPC PA GMNI Inhil terkait keberatan, tudingan, dan rencana pelaporan yang disampaikan kelompok alumni tersebut. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pihak-pihak terkait.