Bawa Suara Kampung Halaman ke Senayan, Muridi Susandi Temui Anggota DPR RI H. Mafirion
JAKARTA,ANDALAN.CO- Perjalanan dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, menuju Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta, bukan sekadar untuk bersilaturahmi. Banyak cerita, persoalan, harapan, hingga aspirasi masyarakat kampung halaman ikut dibawa untuk disampaikan langsung di jantung parlemen.
Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, bersilaturahmi sekaligus berdiskusi dengan Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Mafirion, Senin (21/9/2026).
Pertemuan berlangsung di kantor Fraksi PKB lantai 14, Kompleks Gedung DPR/MPR/DPD RI, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat.
Suasana pertemuan berlangsung santai dan penuh keakraban. Namun, di balik perbincangan tersebut tersimpan pembahasan serius mengenai berbagai aspirasi dan harapan masyarakat Provinsi Riau, terutama masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir.
Muridi mengaku memanfaatkan kesempatan bertemu langsung dengan wakil rakyat di Senayan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat di kampung halamannya.
Mulai dari harapan terhadap pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, perhatian pemerintah pusat terhadap daerah, hingga berbagai persoalan masyarakat yang membutuhkan dukungan dan perhatian dari para wakil rakyat di tingkat nasional.
“Dari kampung halaman menuju Gedung DPR RI Senayan, tentu bukan sekedar datang dan bersilaturahmi. Banyak aspirasi, cerita dan harapan masyarakat Inhil yang kami bawa. Sebisa mungkin suara dari kampung halaman itu kami sampaikan langsung kepada wakil rakyat di pusat,” ujar Muridi.
Menurutnya, masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan juga memiliki harapan besar agar persoalan yang mereka hadapi mendapat perhatian.
Karena itu, Muridi berharap komunikasi antara masyarakat daerah dan para wakil rakyat di Senayan terus terbangun. Baginya, jarak antara Inhil dan Jakarta tidak boleh menjadi penghalang bagi suara masyarakat untuk sampai ke pusat.
“Pertemuan ini memang berlangsung santai, tetapi banyak hal yang kami bicarakan. Ada banyak harapan masyarakat Inhil yang ingin kami titipkan. Semoga apa yang disampaikan dapat menjadi perhatian dan ikut diperjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” katanya.
DPR RI sendiri menyediakan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan. Layanan resmi DPR menyebut program kunjungan masyarakat antara lain ditujukan untuk memfasilitasi hak masyarakat menyampaikan aspirasi kepada DPR RI.
Mafirion merupakan Anggota Komisi XIII DPR RI. Dalam sejumlah agenda parlemen pada 2026, ia juga tercatat memberikan perhatian terhadap persoalan yang berkaitan dengan masyarakat Riau, termasuk konflik pengelolaan perkebunan dan persoalan legalitas lahan.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan tersebut, Mafirion menyambut baik komunikasi dan silaturahmi yang dilakukan Muridi. Ia menilai masukan langsung dari masyarakat daerah penting sebagai bahan bagi wakil rakyat dalam menjalankan fungsi representasi.
“Terima kasih atas silaturahmi dan berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan. Suara masyarakat daerah tentu penting untuk kita dengarkan. Apa yang menjadi aspirasi masyarakat Riau, khususnya Kabupaten Indragiri Hilir, akan kita tampung dan komunikasikan sesuai bidang serta kewenangan yang ada,”.
Bagi Muridi, Inhil bukan sekadar daerah yang aspirasinya ia bawa ke Senayan. Kabupaten berjuluk Negeri Hamparan Kelapa Dunia itu merupakan tanah kelahirannya. Muridi Susandi merupakan putra asli Kabupaten Indragiri Hilir, kelahiran 30 Maret 1985.
Karena itu, langkahnya memasuki kompleks parlemen membawa makna tersendiri. Dari tanah kelahirannya di Riau, ia membawa harapan agar masyarakat di daerah, termasuk mereka yang tinggal di pelosok Inhil, tetap memiliki ruang untuk didengar.
Muridi menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi tidak harus selalu melalui forum besar. Silaturahmi dan percakapan sederhana dengan para pemangku kepentingan juga dapat menjadi pintu untuk menyampaikan persoalan dan harapan masyarakat.
“Sejauh apa pun kita melangkah, kampung halaman tetap ada di hati. Selama ada kesempatan untuk menyampaikan suara masyarakat Inhil kepada para wakil rakyat dan pemerintah pusat, insyaallah akan kita sampaikan. Karena yang kita bawa bukan sekadar cerita, tetapi harapan masyarakat,” tutup Muridi.