JAKARTA,ANDALAN.CO-Herve Pierre Sidarta dari Jakarta Selatan dan Citra dari Jakarta Timur resmi dinobatkan sebagai Abang dan None Jakarta 2026 dalam malam final Pemilihan Abang dan None Jakarta yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026) malam.

Keduanya berhasil meraih posisi teratas setelah melewati serangkaian tahapan seleksi dan penjurian. Salah satu tahapan pada malam final adalah sesi tanya jawab bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan dewan juri.

Malam puncak tersebut diikuti para finalis yang mewakili lima kota administrasi dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Persaingan kemudian mengerucut ke babak delapan besar hingga tiga besar.

Nama para finalis yang melaju ke tahapan berikutnya diumumkan oleh dua presenter, Okky Lukman dan Irfan Hakim.

Sementara itu, posisi Wakil I Abang None Jakarta 2026 diraih Muhammad Hamiz Ghani dari Jakarta Barat dan Nadya Ramadhita dari Kepulauan Seribu.

Wakil II diraih Muhammad Zaeralsyah dari Kepulauan Seribu dan Thana Mutia dari Jakarta Timur. Sedangkan gelar juara favorit diberikan kepada Muhammad Figo Zulvan dari Jakarta Barat dan Azzahra Nureyna dari Jakarta Utara.

Kehadiran Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam malam final tersebut sekaligus menegaskan bahwa Abang None bukan sekadar ajang memperebutkan gelar dan selempang. Para finalis membawa tanggung jawab sebagai representasi generasi muda sekaligus wajah Jakarta.

Rano mengatakan para finalis telah memperoleh berbagai pengetahuan dan pengalaman dari para narasumber, mulai dari wawasan tentang Jakarta, pariwisata, kebudayaan hingga ekonomi kreatif.

“Kini, bekal tersebut siap kalian bawa untuk mempresentasikan Jakarta,” ujar Rano.

Menurut Rano, Abang dan None memiliki peran sebagai jembatan yang menghubungkan Jakarta dengan generasi muda dan dunia.

Karena itu, mereka diharapkan mampu menceritakan Jakarta melalui kekayaan budaya, kreativitas, kuliner, komunitas hingga kehangatan masyarakatnya. Peran tersebut tidak hanya dijalankan melalui panggung dan ruang pertemuan, tetapi juga ruang digital secara kreatif, bijak dan bertanggung jawab.

Tugas tersebut dinilai semakin penting menjelang Jakarta memasuki usia 500 tahun pada 2027. Di tengah transformasinya menuju kota global, Jakarta diharapkan tetap tumbuh sebagai kota modern tanpa meninggalkan akar budaya dan jati dirinya.

Rano berharap Abang dan None Jakarta 2026 mampu menghadirkan energi baru dalam perjalanan menuju lima abad Jakarta melalui karya, kreativitas dan kontribusi nyata.

Ia juga mengingatkan bahwa malam final bukanlah akhir perjalanan. Gelar yang diraih harus diikuti kontribusi positif bagi Jakarta dan masyarakat.

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim menilai Abang dan None Jakarta 2026 memiliki peran strategis dalam membawa wajah Jakarta ke ruang yang lebih luas.

“Abang None 2026 bukan hanya wajah Jakarta hari ini. Mereka duta yang akan meramaikan perjalanan menuju lima abad kota ini. Tugas ke depannya jelas: membawa cerita Jakarta yang modern, berbudaya, dan hangat ke lebih banyak ruang, termasuk ke kancah internasional sesuai dengan target capaian yang telah dicanangkan oleh Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno,” kata Chico.

Pemilihan Abang None Jakarta merupakan ajang pembinaan generasi muda sekaligus sarana mempromosikan pariwisata dan kebudayaan Jakarta.

Tradisi pemilihan ini telah berlangsung sejak 1968. Abang dan None Jakarta terus diposisikan sebagai salah satu representasi generasi muda dalam memperkenalkan Jakarta sebagai kota modern dan global yang tetap menjaga akar budaya, khususnya budaya Betawi.

Dengan terpilihnya Herve Pierre Sidarta dan Citra, keduanya kini mengemban tugas baru sebagai Abang dan None Jakarta 2026. Mereka diharapkan mampu membawa budaya, kreativitas dan wajah Jakarta semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung dunia.

Reporter: Redaksi