TEMBILAHAN,ANDALAN.CO- PT PLN Nusantara Power Services PLTU Tembilahan kembali menerjunkan tim serta satu unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Parit 18, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Kamis (3/9/2026).
Dukungan tersebut diberikan menyusul kembali berkobarnya api di kawasan Parit 18 sejak Rabu (2/9/2026). Kebakaran yang terjadi di lahan yang sebelumnya pernah terbakar itu sempat mengancam meluas akibat kondisi angin yang cukup kencang.
Camat Tembilahan Ari Syuria, S.E., M.Si., mengapresiasi PT PLN Nusantara Power Services PLTU Tembilahan yang kembali menurunkan personel dan armada pemadam untuk membantu tim gabungan di lapangan.
Keterlibatan PLTU Tembilahan dinilai menjadi tambahan kekuatan dalam operasi pemadaman, terutama di tengah kondisi api yang berpotensi cepat menjalar akibat tiupan angin.
Berdasarkan laporan sementara Camat Tembilahan, kebakaran kembali diketahui sekitar pukul 11.35 WIB, Rabu (2/9/2026). Titik api muncul di lahan yang sebelumnya juga pernah terbakar.
Api dilaporkan muncul mulai dari sekitar kawasan Perumahan Anang Acil di Parit 18. Kobaran kemudian menjalar ke arah belakang Gudang Pupuk Parit 18 hingga kawasan sekitar SMA Negeri 1 Tembilahan di Parit 17.
Kondisi tersebut membuat petugas meningkatkan upaya pemadaman karena kebakaran dikhawatirkan terus merambat dan mendekati kawasan permukiman maupun fasilitas umum.
Sejumlah personel gabungan langsung berjibaku melakukan pemadaman dari darat. Unsur yang terlibat antara lain BPBD Kabupaten Inhil, Damkar dan Penyelamatan, TNI, Polri, tim rescue, tim PLTU, Balakar serta masyarakat sekitar.
PT PLN Nusantara Power Services PLTU Tembilahan turut memperkuat operasi tersebut dengan mengerahkan personel serta satu unit mobil pemadam kebakaran.
Dukungan PLTU bukan kali pertama dilakukan dalam penanganan karhutla di kawasan tersebut. Sebelumnya, PLTU Tembilahan juga telah terlibat membantu operasi pemadaman saat kebakaran melanda kawasan Sungai Beringin pada akhir Agustus 2026.
Manager PLTU Tembilahan Agus Putranto mengatakan pihaknya siap bersinergi dan memberikan dukungan dalam penanganan karhutla sesuai kemampuan dan sarana yang dimiliki.
"PLTU Tembilahan siap bersinergi dan mendukung dalam penanganan karhutla. Kami menerjunkan tim serta satu unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu rekan-rekan yang bekerja di lapangan," kata Agus.
Menurut Agus, penanganan karhutla membutuhkan kepedulian bersama karena dampak kebakaran tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengancam masyarakat di sekitar lokasi.
"Karhutla merupakan persoalan bersama. Karena itu, ketika dibutuhkan, tentu kami berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan dan sarana yang kami miliki. Harapan kita sama, api dapat segera dikendalikan dan masyarakat tetap terlindungi," ujarnya.
Tak hanya dari darat, upaya pemadaman pada Rabu turut diperkuat melalui operasi udara. BPBD Provinsi Riau mengerahkan helikopter water bombing untuk membantu memadamkan api.
Helikopter mulai melakukan penanganan dari udara sekitar pukul 16.15 WIB. Water bombing dilakukan untuk membantu menekan kobaran api sekaligus mendukung personel yang berjibaku melakukan pemadaman dari darat.
Sementara itu, tim gabungan terus melakukan pemadaman, pendinginan serta pengendalian titik-titik api guna mencegah kebakaran semakin meluas.
Angin kencang menjadi salah satu tantangan dalam operasi tersebut. Petugas berupaya menahan laju api agar tidak bergerak menuju kawasan permukiman warga maupun fasilitas umum yang berada di sekitar lokasi.
Camat Tembilahan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran, termasuk dukungan PT PLN Nusantara Power Services PLTU Tembilahan yang kembali menurunkan personel dan armada pemadam.
Sinergi berbagai unsur dinilai penting untuk mempercepat pengendalian kebakaran, terlebih lokasi api berada tidak jauh dari kawasan permukiman dan sejumlah fasilitas umum.
Hingga perkembangan terakhir, penanganan karhutla di kawasan Parit 18 terus dilakukan. Petugas tetap melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api maupun bara yang tersisa tidak kembali membesar.
Belum diketahui secara pasti luas lahan yang terdampak dalam kebakaran terbaru maupun penyebab munculnya kembali api. Perkembangan penanganan masih terus dipantau berdasarkan informasi resmi dari lapangan.