SIAK,ANDALAN.CO-Panas matahari dan tanah yang masih harus digemburkan tak menghalangi langkah personel Polsek Sabak Auh turun langsung ke lahan. Bukan untuk melakukan operasi kepolisian, melainkan mengawal sebuah harapan yang kelak tumbuh dari tanah: ketahanan pangan.
Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, jajaran Polsek Sabak Auh kembali menyambangi lahan pertanian milik UPTD Pertanian Kecamatan Sabak Auh yang dipersiapkan untuk penanaman jagung pipil Kuartal III 2026.
Di hamparan lahan sekitar 1,5 hektare itu, tanah mineral mulai dibersihkan dan digemburkan. Lahan yang hari ini masih berupa bentangan tanah tersebut dipersiapkan menjadi bagian dari ikhtiar mendukung program ketahanan pangan yang sejalan dengan Asta Cita pemerintah.
Kapolsek Sabak Auh menurunkan Ps. Kanit Samapta Aiptu Iwanto bersama Ps. Kanit Binmas Aipda Romi Arief Saputra untuk melakukan pemantauan dan pengecekan langsung terhadap proses persiapan lahan.
Keduanya memastikan pekerjaan tidak sekadar tercatat dalam laporan. Kondisi tanah, proses pembersihan hingga penggemburan dicek langsung sebelum benih jagung pipil nantinya ditanam menggunakan sistem semai lubang tanam.
Dari Tanah, Polisi Ikut Menjaga Ketahanan Pangan
Di balik seragam yang identik dengan tugas menjaga keamanan, kali ini ada misi lain yang ikut dipikul: memastikan lahan benar-benar produktif dan program ketahanan pangan menyentuh tanah secara nyata.
Sebab, ketahanan pangan tidak lahir dalam semalam. Ada tanah yang harus dibersihkan, ada lahan yang harus digemburkan, ada benih yang mesti ditanam dan ada proses panjang yang harus dijaga sebelum hasilnya dapat dipanen.
Dari lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare inilah harapan itu mulai dipersiapkan.
Hari ini mungkin baru tanah yang digemburkan. Namun ketika benih mulai ditanam dan batang-batang jagung tumbuh menghijau, lahan tersebut diharapkan menjadi bukti bahwa ketahanan pangan dibangun melalui kerja nyata, sedikit demi sedikit, dari desa dan kecamatan.
Keterlibatan Polsek Sabak Auh sekaligus memperlihatkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya ketika terjadi persoalan keamanan. Polisi juga hadir ketika tanah harus diolah dan program pemerintah perlu dikawal agar memberikan manfaat nyata.
Pengecekan akan terus dilakukan mengikuti perkembangan tahapan penanaman, mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan hingga nantinya memasuki masa panen.
Lahan ketahanan pangan tersebut berada pada titik koordinat 1°06'51"N 102°06'39.9"E. Saat ini, proses masih difokuskan pada pembersihan dan penggemburan tanah sebelum memasuki tahap penanaman jagung pipil Kuartal III.
Dari tanah mineral Sabak Auh, sebuah ikhtiar kecil sedang dimulai. Tanah digemburkan, benih akan ditanam, dan harapan menuju kemandirian pangan terus dijaga agar kelak berbuah menjadi hasil panen bagi masyarakat.