INDRAGIRI HILIR,ANDALAN.CO-Di tengah kepulan asap dan bara yang masih menyala di lahan gambut, Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., bersama Dandim 0314/Inhil Letkol Arm. Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., turun langsung memimpin upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Sentosa, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Minggu (23/8/2026).

Tak sekadar memantau dari kejauhan, dua pucuk pimpinan TNI-Polri di Inhil itu berada di garis depan bersama personel gabungan. Mereka berjibaku menembus medan gambut untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menjalar.

Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 08.00 WIB setelah aplikasi Lancang Kuning mendeteksi 23 titik api di kawasan Parit 12, Desa Simpang Gaung, pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Titik-titik tersebut berada dalam satu hamparan lahan gambut. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai ±10 hektare.

Kapolres Inhil dan Dandim 0314/Inhil memimpin kekuatan gabungan yang melibatkan sekitar 120 personel, terdiri atas Polri, TNI, RPK PT MSK, TRC Sinarmas Grup, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa, serta masyarakat.

Turut berada di lapangan Kasat Samapta Polres Inhil AKP Agus S., Kapolsek Gaung AKP Edi Dalianto, Danramil 05 GAS Lettu Inf. Sugianto, serta unsur terkait lainnya.

Medan yang sulit tak membuat tim gabungan mundur. Enam unit ministreaker, satu unit Tohatsu, satu mesin Robin, 45 rol selang dan sejumlah nozzle dikerahkan untuk mengejar serta memadamkan titik-titik api.

Petugas juga membuat sekat bakar sebagai langkah antisipasi agar kobaran tidak merambat menuju kawasan lainnya.

Perjuangan di lapangan bukan tanpa hambatan. Sumber air berada cukup jauh dari titik kebakaran, jaringan komunikasi sulit, sementara akses menuju lokasi api harus ditempuh melalui medan yang tidak mudah.

Namun, personel gabungan terus bergerak. Hingga Minggu siang, kobaran api berhasil dipadamkan. Meski demikian, asap masih terlihat keluar dari sejumlah titik sehingga proses pendinginan terus dilakukan guna mencegah api hidup kembali dari bawah permukaan gambut.

Di tengah proses pemadaman, Kapolres Inhil juga mengarahkan jajarannya melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Dandim 0314/Inhil Letkol Arm. Wahib Mustofa Fathurrahman menegaskan, kekuatan utama menghadapi karhutla adalah kebersamaan seluruh unsur di lapangan.

“Sinergi TNI-Polri bersama pemerintah, perusahaan, MPA dan masyarakat sangat penting dalam penanganan karhutla. Kami berkomitmen bersama-sama memadamkan dan mendinginkan titik api hingga benar-benar aman, sekaligus mencegah agar kebakaran tidak meluas dan kembali terjadi,” ujar Dandim.

Kehadiran seluruh unsur tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa menghadapi ancaman karhutla membutuhkan gerak cepat dan kerja bersama.

Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto menambahkan, penanganan karhutla tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Pemadaman harus dilanjutkan dengan pendinginan hingga dipastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat dan bersama-sama. Kami terus bersinergi dengan TNI, pemerintah, perusahaan, MPA dan masyarakat untuk memastikan api padam dan tidak terjadi kembali,” tegas Kapolres.

Ia sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Mari bersama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla yang dapat merugikan masyarakat serta berdampak luas,” tutupnya.

Di Simpang Gaung, perjuangan belum sepenuhnya berakhir ketika api berhasil dipadamkan. Selama asap masih mengepul dan bara masih tersimpan di balik gambut, Kapolres, Dandim dan tim,gabungan tetap berjaga, memastikan api tak mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali menyala.

Reporter: Redaksi