INDRAGIRI HILIR,ANDALAN.CO-Dulu, ketika hujan turun, Ibu Suriati hanya bisa berharap air tidak terlalu banyak menetes dari atap rumahnya. Plastik menjadi penahan sementara, sementara papan lantai yang telah lapuk dimakan usia dan rayap menjadi bagian dari kesehariannya.
Hanya dalam waktu tiga hari, rumah sederhana milik perempuan berusia 51 tahun di Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), tersebut selesai direnovasi dan kembali layak menjadi tempat berlindung bagi keluarganya.
Perubahan itu lahir dari kepedulian dan gotong royong. Anggota DPRD Kabupaten Inhil Yunanto Along, bersama sejumlah yayasan sosial, paguyuban marga Tionghoa, relawan peduli kasih, donatur, serta masyarakat setempat bahu-membahu memperbaiki rumah tersebut.
Sebelum direnovasi, kondisi kediaman Ibu Suriati cukup memprihatinkan. Atap yang bocor hanya ditutupi plastik, sedangkan sejumlah bagian lantai papan telah rapuh akibat usia dan rayap.
Kondisi tersebut mengetuk kepedulian Yunanto Along dan para donatur. Mereka kemudian bergerak bersama hingga pembangunan dan renovasi satu unit rumah sangat sederhana itu dapat diselesaikan hanya dalam tiga hari.
Rabu (19/8/2026) sore menjadi momen berbeda bagi Ibu Suriati. Rumah yang sebelumnya mengkhawatirkan untuk ditempati kini telah berubah menjadi hunian yang lebih layak.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Yunanto Along dan rombongan. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda,” ujar Ibu Suriati.
Bagi Yunanto Along, selesainya rumah tersebut bukan semata hasil kerja satu orang. Menurutnya, rumah itu berdiri berkat kepedulian banyak pihak yang memilih bergerak bersama membantu keluarga yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, proses pembangunan rumah sangat sederhana untuk Ibu Suriati dan keluarganya sudah selesai dalam waktu tiga hari. Ini semua berkat dukungan para donatur yang sangat dermawan dan murah hati,” ungkap Along.
Ia berharap rumah tersebut bukan hanya menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman, tetapi juga menjadi awal tumbuhnya kehidupan yang lebih baik bagi Ibu Suriati dan keluarganya.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih yang tidak terhingga. Semoga ekonomi Ibu Suriati cepat bangkit dan semakin baik,” katanya.
Along juga memberikan apresiasi kepada warga Lorong Lestari yang ikut menyumbangkan tenaga sejak proses pembangunan dimulai hingga rumah tersebut selesai.
“Warga Lorong Lestari sangat kompak. Kami tentunya mengucapkan terima kasih atas bantuannya. Semoga kita selalu dalam keadaan sehat walafiat,” tutup Along.
Tiga hari mungkin terasa singkat. Namun bagi Ibu Suriati dan keluarganya, tiga hari itu telah mengubah banyak hal.
Dari atap bocor yang ditahan plastik, lantai papan yang mulai lapuk, hingga kekhawatiran setiap kali hujan datang, kini berganti dengan sebuah rumah sederhana yang lebih layak untuk menjadi tempat pulang.
Di Desa Belantaraya, kepedulian membuktikan bahwa sebuah rumah tidak selalu dibangun hanya dengan kayu dan papan. Terkadang, rumah juga dibangun oleh gotong royong, keikhlasan, dan tangan-tangan yang memilih untuk tidak berpaling ketika melihat sesama membutuhkan pertolongan.