KATEMAN,ANDALAN.CO-Di pesisir Kuala Selat yang terus dibayangi ancaman abrasi, ribuan bibit mangrove ditanam sebagai benteng kehidupan. Melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi, Polda Riau menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan pesisir tersebut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat, Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, serta akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung.
Hadir pula perwakilan Pelaksana Tugas Gubernur Riau Job Kurniawan, A.P., M.Si., Deputi Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc., Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Supartono, S.Hut., M.P., serta Sekretaris Pribadi Menteri Lingkungan Hidup Sri Ambar Kusumawati.
Dari jajaran Polda Riau, hadir Kepala Biro Operasi Kombes Pol Ino Harianto, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Kombes Pol Harissandi, Komandan Satuan Brimob Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kombes Pol Akmadi, serta Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan.
Turut hadir Bupati Inhil H. Herman, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna, S.T., M.Si., Dandim 0314/Inhil Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., Kajari Inhil Sugito, Kepala Desa Kuala Selat Nurjaya, S.Pd., serta para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan masyarakat setempat.
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan pemulihan kawasan mangrove seluas 1.500 hektare merupakan bagian dari gagasan besar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
“Saya berkomitmen agar nantinya dapat ditambah lagi sebagai upaya pemulihan lingkungan di wilayah Kuala Selat,” ujar Jumhur.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan menghidupkan kembali benteng alami pesisir, tetapi juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan hijau atau green jobs bagi masyarakat setempat.
“Dalam pemulihan ini akan tersedia pekerjaan bagi para pekerja hijau, mulai dari menanam bibit hingga merawatnya, dan itu dianggarkan. Setidaknya membutuhkan waktu tiga tahun sampai bibit mangrove tersebut tumbuh kokoh,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Melalui kegiatan ekspedisi ini, Polri hadir di tengah masyarakat sekaligus memberikan perhatian terhadap lingkungan, khususnya kawasan yang terdampak kerusakan,” kata Herry.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menjaga dan memulihkan lingkungan. Menurutnya, perempuan harus memperoleh kesempatan sekaligus perlindungan untuk terlibat sebagai pekerja hijau.
“Perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku. Kita perlu memikirkan bersama status dan perlindungan mereka karena bukan tidak mungkin pekerja hijaunya adalah perempuan yang juga menjadi tulang punggung keluarga,” ujar Veronica.
Rocky Gerung menggambarkan mangrove sebagai pasukan alam yang ikut menjaga kedaulatan Indonesia dari tepian negeri.
“Alam telah menyediakan tentaranya sendiri, namanya mangrove. Kaki-kaki mangrove lebih kuat daripada kaki-kaki tentara. Kita ingin keamanan dijaga oleh tentara sekaligus diperkuat oleh pulau-pulau terluar,” tutur Rocky.
Kepala Desa Kuala Selat Nurjaya menyampaikan terima kasih atas kepedulian pemerintah dan Polda Riau terhadap kondisi lingkungan serta kehidupan masyarakat pesisir. Bagi warga, perhatian tersebut menjadi secercah harapan untuk menyelamatkan daratan, kebun, dan masa depan mereka dari ancaman abrasi.
Kesedihan mendalam disampaikan Suratman (68), salah seorang warga Kuala Selat. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan tanah kelahirannya yang terus terkikis dan terancam hilang ditelan abrasi.
“Sedih sekali melihat tanah kelahiran kami sedikit demi sedikit hilang. Kebun rusak dan daratan terus terkikis. Kami takut suatu hari kampung yang diwariskan orang tua ini benar-benar hilang dan hanya tinggal kenangan,” tutur Suratman.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang telah membawa Ekspedisi Merah Putih Presisi hingga ke pesisir Kuala Selat.
“Terima kasih, Bapak Kapolda Riau, karena telah datang dan melihat langsung keadaan serta harapan kami. Mangrove yang ditanam hari ini bukan sekadar pohon, tetapi benteng terakhir bagi kampung dan masa depan anak cucu kami. Semoga Kuala Selat tetap ada dan tidak hanya menjadi cerita,” ucapnya penuh haru.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 3.600 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Kuala Selat. Polda Riau juga menyerahkan 750 paket sembako dan 10 unit mesin ketinting kepada nelayan, menggelar dialog bersama masyarakat, serta melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan lainnya.
Mangrove yang ditanam hari itu bukan sekadar bibit. Setiap akarnya menyimpan harapan agar Kuala Selat tetap berdiri, sedangkan setiap helai daunnya membawa doa agar masyarakat tidak kehilangan tanah kelahiran.
Dari tepian negeri, Polri, TNI, pemerintah, dan masyarakat menyatukan langkah untuk menjaga alam, melawan abrasi, serta memastikan Kuala Selat tetap hidup bagi generasi mendatang.