INDRAGIRI HILIR,ANDALAN.CO- Satuan Intelijen dan Keamanan (Satintelkam) Polres Indragiri Hilir (Inhil) memperkuat komunikasi dan sinergi dengan kalangan mahasiswa melalui pertemuan bersama sejumlah organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Inhil.

Pertemuan berlangsung di Cafe Fake, Jalan Telaga Biru, Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (13/8/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Pertemuan tersebut dihadiri anggota Satintelkam Polres Inhil Briptu Ibnu Rahabie M, Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Indragiri (UNISI) Jondrawanto, serta Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Indragiri Hilir M. Yusuf.

Dalam pertemuan itu, kepolisian dan mahasiswa berdiskusi mengenai perkembangan situasi sosial, dinamika kemahasiswaan serta berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir.

Briptu Ibnu Rahabie M mengatakan komunikasi dengan mahasiswa penting untuk membangun hubungan yang terbuka sekaligus menjaga ruang dialog antara kepolisian dan kelompok mahasiswa.

“Mahasiswa memiliki peran penting sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Kami berharap mahasiswa tetap kritis dalam menyampaikan aspirasi dan memberikan masukan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat,” kata Ibnu.

Menurutnya, sikap kritis mahasiswa merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, komunikasi yang dibangun bukan untuk membatasi kritik, melainkan membuka ruang penyampaian aspirasi secara konstruktif.

“Kami berharap mahasiswa tetap menjadi mitra kritis kepolisian. Kritik, saran dan aspirasi tentu sangat diperlukan. Yang terpenting disampaikan secara bertanggung jawab, mengedepankan etika dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Presma UNISI Jondrawanto menegaskan sinergi dengan kepolisian tidak menghilangkan independensi mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Mahasiswa akan tetap kritis dan menyuarakan kepentingan masyarakat. Komunikasi dengan kepolisian penting untuk membuka ruang dialog, tetapi independensi dan fungsi kontrol sosial mahasiswa harus tetap terjaga,” kata Jondrawanto.

Senada dengan itu, Ketua HMI Kabupaten Inhil M. Yusuf menilai komunikasi antara mahasiswa dan aparat kepolisian perlu terus dibangun, terutama dalam menyikapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di daerah.

“Kami menyambut baik ruang komunikasi seperti ini. HMI tetap akan menjalankan perannya secara kritis dan menyampaikan aspirasi masyarakat. Pada saat yang sama, kami juga memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga Inhil tetap aman, damai dan kondusif,” ujar M. Yusuf.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bertukar informasi mengenai perkembangan kegiatan mahasiswa dan berbagai isu sosial yang menjadi perhatian publik.

Melalui komunikasi yang terbuka dan dialogis, Satintelkam Polres Inhil bersama kalangan mahasiswa berharap berbagai persoalan dapat dikomunikasikan sejak dini tanpa menghilangkan fungsi kritis mahasiswa.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan kepolisian dengan mahasiswa sekaligus menjaga stabilitas kamtibmas di Kabupaten Indragiri Hilir.

Reporter: Redaksi