PULAU BURUNG,ANDALAN.CO- Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melanjutkan mitigasi terkait dugaan kemunculan Harimau Sumatera di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Penanganan lanjutan dilakukan bersama Pemerintah Kecamatan Pulau Burung, Pemerintah Desa Sungai Danai dan Polsek Pulau Burung, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Tim gabungan turun langsung meninjau sejumlah titik yang diduga menjadi jalur lintasan Harimau Sumatera berdasarkan hasil pemantauan serta laporan masyarakat.

Kapolsek Pulau Burung Iptu Danu Hidayat, S.E., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah mitigasi untuk memantau keberadaan dan pergerakan satwa sekaligus mengantisipasi potensi konflik dengan masyarakat.

Dalam kegiatan itu, tim BKSDA memasang camera trap atau kamera pemantau pada titik yang diperkirakan menjadi jalur lintasan harimau.

Penentuan lokasi pemasangan dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator di lapangan, di antaranya temuan jejak, kondisi habitat hingga analisis jalur yang diduga dilalui satwa.

Selain kamera pemantau, tim juga memasang satu unit kerangkeng perangkap di lokasi yang dinilai strategis. Seekor kambing ditempatkan sebagai umpan dalam upaya penanganan dan evakuasi satwa sesuai prosedur.

Kegiatan tersebut melibatkan Ketua Tim BKSDA Riau Ahmad bersama lima personel, Kepala Desa Sungai Danai Halim, Bhabinkamtibmas Desa Sungai Danai Aipda Yanser Lase, perangkat desa serta personel Polsek Pulau Burung.

Setelah pemasangan, BKSDA Riau akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap rekaman camera trap maupun kondisi perangkap.

Apabila aktivitas Harimau Sumatera terdeteksi di sekitar lokasi, tim akan melakukan langkah penanganan lanjutan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Polsek Pulau Burung akan terus berkoordinasi dengan BKSDA Riau, pemerintah kecamatan dan perangkat Desa Sungai Danai untuk menjaga situasi keamanan serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat.

Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar perkebunan maupun lokasi yang diduga menjadi lintasan satwa, diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan jejak atau melihat kemunculan satwa tersebut.

Hingga kegiatan berakhir, pemasangan camera trap dan kerangkeng perangkap berjalan aman dan lancar. Titik pemasangan juga telah didokumentasikan untuk menjadi lokasi pemantauan dan penanganan lanjutan oleh BKSDA Riau.

Reporter: Redaksi