TEMBILAHAN,ANDALAN.CO- Aktivis Kabupaten Indragiri Hilir, Saipudin Ikhwan, S.I.Kom., M.A., yang akrab disapa Bung Boboy, menilai anjloknya harga kelapa yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia harus segera dijawab melalui kebijakan nasional yang mampu melindungi petani.
Menurutnya, persoalan ini bukan hanya dirasakan oleh petani di Indragiri Hilir, tetapi juga di berbagai sentra produksi kelapa di Indonesia. Namun, dampaknya akan lebih berat bagi daerah yang sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor perkelapaan, seperti Kabupaten Indragiri Hilir.
"Pemerintah daerah bersama DPRD telah berulang kali menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat. Kini saatnya kebijakan nasional benar-benar hadir dan dirasakan oleh daerah-daerah sentra kelapa," ujarnya.
Bung Boboy mengapresiasi berbagai program pemerintah pusat di sektor perkelapaan. Namun, ia berharap implementasinya lebih tepat sasaran sehingga mampu menjawab persoalan yang dihadapi petani saat ini.
Ia pun mengusulkan Tiga Agenda Nasional Penyelamatan Petani Kelapa. Pertama, membentuk skema perlindungan atau stabilisasi harga ketika harga kelapa mengalami penurunan tajam. Kedua, mempercepat pembangunan industri hilirisasi di daerah sentra produksi agar nilai tambah dinikmati masyarakat setempat. Ketiga, memperluas akses pasar, baik domestik maupun ekspor, sehingga hasil panen petani memiliki kepastian penyerapan dan daya saing yang lebih baik.
Selain itu, Bung Boboy berharap anggota DPRD Provinsi Riau dan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Riau terus mengawal aspirasi masyarakat agar menjadi perhatian pemerintah pusat.
"Yang dibutuhkan petani bukan sekadar solusi sesaat, tetapi kebijakan yang mampu memperkuat sektor perkelapaan Indonesia dalam jangka panjang. Kelapa merupakan komoditas strategis nasional, sehingga kesejahteraan petaninya juga harus menjadi perhatian nasional," pungkasnya.