Komisi VI DPR RI Tinjau Huntara Aceh Tamiang dan Tol Binjai-Langsa, Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana

Kunjungan kerja Komisi VI DPR RI untuk memastikan pemulihan pascabencana dan percepatan pembangunan infrastruktur strategis.
Penulis: Redaksi
Kamis, 23 Juli 2026 | 16:32:18 WIB

SUMATRA,ANDALAN.CO-Komisi VI DPR RI meninjau kondisi Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang sekaligus melihat perkembangan pembangunan Jalan Tol Binjai-Langsa, Rabu (22/7/2026).

Kunjungan kerja tersebut dipimpin Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama sejumlah anggota Komisi VI. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi Huntara tetap layak dihuni masyarakat sekaligus memantau progres pembangunan infrastruktur strategis nasional yang dikerjakan oleh BUMN Karya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN Hambra, Senior Director Sector Specialist Property & Real Estate Danantara Asset Management Dian Takdir Badrsyah, Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan, serta jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Rombongan terlebih dahulu meninjau Huntara Aceh Tamiang yang hingga kini masih ditempati masyarakat terdampak bencana. Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas hunian sementara tetap dalam kondisi baik selama proses pembangunan hunian tetap (Huntap) berlangsung.

Andre Rosiade mengatakan, kondisi Huntara perlu menjadi perhatian karena sebagian bangunan telah digunakan dalam waktu cukup lama dan mulai mengalami kerusakan.

"Hunian sementara yang telah dibangun sudah cukup lama digunakan masyarakat sehingga sebagian mulai mengalami kerusakan. Saya meminta Hutama Karya bersama BUMN Karya lainnya melalui Danantara untuk melakukan pengecekan ulang dan segera melakukan pemeliharaan terhadap bagian yang mengalami kerusakan," ujar Andre.

Menurutnya, perbaikan fasilitas Huntara penting dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan tempat tinggal yang nyaman hingga pembangunan Huntap selesai.

Tinjau Progres Tol Binjai-Langsa

Setelah meninjau Huntara, rombongan Komisi VI DPR RI melanjutkan kunjungan ke Rest Area Jalan Tol Binjai-Langsa. Dalam kesempatan tersebut, rombongan mendapat paparan terkait perkembangan pembangunan jalan tol yang menjadi bagian dari koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Saat ini, ruas Binjai-Pangkalan Brandan sepanjang 57,5 kilometer telah beroperasi dan melayani mobilitas masyarakat. Apabila seluruh ruas hingga Langsa tersambung, koridor Tol Binjai-Langsa akan memiliki panjang sekitar 130,7 kilometer yang menghubungkan Sumatra Utara dan Aceh.

Jalan Tol Binjai-Langsa terdiri dari lima seksi, yakni Seksi 1 Binjai-Stabat sepanjang 12,3 kilometer, Seksi 2 Stabat-Tanjung Pura sepanjang 26,2 kilometer, Seksi 3 Tanjung Pura-Pangkalan Brandan sepanjang 19,02 kilometer yang telah beroperasi, Seksi 4 Pangkalan Brandan-Kuala Simpang sepanjang 44,2 kilometer, serta Seksi 5 Kuala Simpang-Langsa sepanjang 29 kilometer.

Selain itu, turut dibahas rencana pembangunan Jalan Tol Langsa-Aceh Tamiang sebagai kelanjutan jaringan JTTS di wilayah Aceh. Ruas tersebut dinilai strategis karena dapat memperkuat konektivitas sekaligus mendukung penanganan bencana, terutama di wilayah yang memiliki kerawanan banjir seperti Aceh Tamiang.

Kehadiran jalan tol tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi logistik, mobilisasi bantuan kemanusiaan, serta memperkuat ketahanan jaringan transportasi di wilayah Sumatra bagian utara.

Secara ekonomi, koridor Pangkalan Brandan-Langsa diproyeksikan mampu menghemat jarak tempuh hingga 15,03 persen dan waktu perjalanan hingga 51,78 persen. Selain itu, ruas tersebut memiliki nilai kelayakan ekonomi (Economic Internal Rate of Return/EIRR) sebesar 13,24 persen sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi kawasan.

Dorong Percepatan Pembangunan

Andre Rosiade menyatakan Komisi VI DPR RI mendukung percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya penyelesaian ruas Pangkalan Brandan-Langsa dan rencana pembangunan Langsa-Aceh Tamiang.

"Kami berharap trase Jalan Tol Pangkalan Brandan-Langsa segera memasuki tahap konstruksi sehingga konektivitas Medan hingga Aceh dapat segera terwujud. Pembangunan ruas ini memiliki manfaat strategis dalam memperkuat konektivitas, pertumbuhan ekonomi, serta mendukung mobilisasi logistik dan penanganan kebencanaan," kata Andre.

Sementara itu, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi VI DPR RI terhadap pembangunan JTTS.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur strategis nasional berjalan sesuai target.

"Hutama Karya mengapresiasi dukungan Komisi VI DPR RI dalam memastikan keberlanjutan pembangunan JTTS. Kami akan terus berkoordinasi dengan Danantara dan instansi terkait untuk tindak lanjut kondisi Huntara serta percepatan pembangunan infrastruktur," ujar Iwan.

Melalui kunjungan tersebut, Komisi VI DPR RI bersama pemerintah, Danantara Indonesia, dan BUMN Karya menegaskan komitmen mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus pembangunan infrastruktur strategis nasional.

Pembangunan koridor Tol Trans Sumatera diharapkan mampu memperkuat hubungan Sumatra Utara dan Aceh, meningkatkan ketahanan wilayah, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Reporter: Redaksi