BBM Langka Sepekan di Sumut, Pertamina Patra Niaga Didesak Buka Penyebab Gangguan Distribusi

Stok BBM kosong di sejumlah SPBU Sumatera Utara akibat gangguan distribusi. Warga pun terpaksa mencari SPBU lain yang masih memiliki pasokan.
Penulis: Redaksi
Selasa, 14 Juli 2026 | 15:59:26 WIB

MEDAN,ANDALAN.CO- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi hampir di seluruh wilayah Sumatera Utara (Sumut) selama sepekan terakhir membuat masyarakat resah. Kondisi tersebut juga terjadi di Kota Medan, di mana sejumlah SPBU mengalami antrean panjang hingga ada yang tidak beroperasi karena kehabisan stok.

Situasi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu. Bahkan, antrean kendaraan di sejumlah SPBU menyebabkan arus lalu lintas di beberapa titik ikut terdampak.

Di tengah kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyatakan distribusi BBM tetap berjalan normal. Namun, pernyataan itu dinilai tidak sesuai dengan kondisi yang dirasakan masyarakat di lapangan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Forum Masyarakat Pemantau Negara (DPN Formapera) Teuku Yudhistira menilai persoalan kelangkaan BBM ini harus mendapat perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum.

"Jangan Pertamina hanya mengklaim distribusi BBM lancar, tapi fakta di lapangan bisa dilihat sendiri. Kondisinya amburadul dan masyarakat yang merasakan dampaknya," kata Yudhistira di Medan, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, BBM merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang menyangkut berbagai sektor kehidupan. Karena itu, ia menilai gangguan distribusi yang terjadi tidak boleh dianggap persoalan biasa.

Yudhistira mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM untuk turun tangan mengevaluasi persoalan tersebut. Ia khawatir kelangkaan BBM yang berlarut-larut dapat berdampak terhadap perekonomian hingga mengganggu stabilitas keamanan.

"Situasi ini dikhawatirkan meluas dan berdampak negatif terhadap berbagai sektor, termasuk memicu gangguan keamanan jika tidak segera ditangani," ujarnya.

Selain itu, ia meminta Polda Sumut melakukan penyelidikan terkait penyebab kelangkaan BBM tersebut. Menurutnya, apabila ditemukan adanya permainan atau praktik mafia minyak, pelaku harus ditindak tegas.

"Selain mendesak pemerintah mengevaluasi pimpinan Pertamina dan Pertamina Patra Niaga, Polda Sumut harus mengusut persoalan ini agar diketahui penyebab pasti kelangkaan BBM yang sudah terjadi selama satu minggu terakhir," katanya.

Pengusaha SPBU Keluhkan Dampak Kelangkaan

Keluhan terkait kondisi distribusi BBM juga disampaikan sejumlah pengusaha SPBU dan masyarakat Sumatera Utara melalui surat terbuka kepada DPP dan DPC Hiswana Migas Medan pada 13 Juli 2026.

Dalam surat tersebut disebutkan, kelangkaan BBM terjadi di berbagai daerah seperti Medan, Binjai, Deliserdang, Langkat, Serdangbedagai, Tebingtinggi, Asahan, Batubara, Tanjungbalai hingga wilayah lainnya.

Para pengusaha SPBU mengaku ikut mengalami kerugian akibat keterlambatan pasokan. Mereka menyebut telah melakukan pemesanan sesuai prosedur, namun distribusi BBM tidak kunjung tiba.

Akibatnya, sejumlah SPBU kehilangan pendapatan, sementara biaya operasional seperti gaji karyawan, listrik, keamanan, pajak, dan kewajiban lainnya tetap harus berjalan.

Dalam surat itu, pengusaha SPBU juga meminta Hiswana Migas mengambil sikap terkait persoalan distribusi BBM yang terjadi.

Mereka mendesak organisasi tersebut menyampaikan sikap resmi, meminta Pertamina mempercepat normalisasi pasokan, serta memperjuangkan kepentingan pengusaha SPBU yang terdampak.

"Jangan biarkan pengusaha SPBU menjadi tameng kemarahan masyarakat, sementara akar persoalan belum terselesaikan," demikian isi surat tersebut.

Pertamina Klaim Tambah Armada Distribusi

Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pihaknya telah melakukan optimalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Pertamina juga melakukan pemantauan terhadap stok dan penyaluran BBM di Fuel Terminal serta SPBU.

"Monitoring terhadap kondisi stok dan penyaluran di seluruh Fuel Terminal serta SPBU terus dilakukan secara intensif agar distribusi berjalan optimal," ujar Fahrougi dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).

Ia menyebut dalam beberapa hari terakhir distribusi BBM menghadapi penyesuaian operasional armada. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina menambah 15 unit mobil tangki bantuan serta 30 Awak Mobil Tangki (AMT) guna memperkuat distribusi dari Fuel Terminal Medan menuju SPBU di berbagai wilayah Sumut.

Pertamina juga menyebut peningkatan kebutuhan BBM terjadi karena adanya kenaikan konsumsi masyarakat selama periode libur sekolah.

"Pertamina terus melakukan penyesuaian pola penyaluran dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan pasokan agar layanan kepada masyarakat tetap terjaga," katanya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Perusahaan memastikan akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga kelancaran distribusi energi di Sumatera Utara.

Reporter: Redaksi