ACEH BARAT,ANDALAN.CO- Seorang nelayan asal Gampong Meureubo, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Ridwan, yang sempat hilang kontak selama empat hari saat melaut, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat, Selasa (7/7/2026). Korban ditemukan di perairan Ujung Raja, Kabupaten Nagan Raya, setelah kapalnya mengalami kerusakan mesin.

Ridwan ditemukan berkat kerja sama personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Aceh Barat bersama masyarakat nelayan yang sejak awal turut melakukan pencarian.

Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi sekitar pukul 13.00 WIB dari nelayan yang mengetahui keberadaan korban di wilayah selatan perairan Ujung Raja.

"Begitu menerima informasi, kami langsung mengerahkan personel menggunakan kapal patroli Satpolairud menuju lokasi. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama Polri, sehingga setiap laporan kondisi darurat kami tindak lanjuti secara cepat, tepat, dan profesional. Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya," ujar Yhogi.

Setibanya di lokasi, personel Satpolairud menemukan KM Samudera milik Ridwan dalam kondisi mengapung. Mesin kapal tidak dapat dihidupkan karena mengalami kerusakan pada bagian klep yang putus.

Akibat kerusakan tersebut, korban tidak dapat melanjutkan pelayaran maupun kembali ke daratan. Selama sekitar empat hari, Ridwan bertahan di tengah laut dengan menjangkar kapalnya sambil menunggu bantuan.

Usai ditemukan, personel Satpolairud bersama nelayan melakukan evakuasi dengan menarik KM Samudera menggunakan kapal nelayan menuju pangkalan boat di Gampong Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Setelah tiba di daratan, korban dipastikan dalam kondisi sehat sebelum diserahkan kepada keluarganya.

Diketahui, Ridwan berangkat melaut seorang diri pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB dari pangkalan boat di Gampong Padang Seurahet menggunakan KM Samudera berukuran 2 GT untuk mencari ikan. Pelayaran tersebut merupakan kali pertama setelah korban membeli kapal itu.

Hasil pemeriksaan petugas menunjukkan kapal menggunakan mesin Tiangli 32 yang dikenal cukup berat saat dihidupkan. Korban bahkan kerap meminta bantuan rekan sesama nelayan ketika hendak menyalakan mesin. Diduga kerusakan mesin di tengah laut menjadi penyebab kapal kehilangan daya gerak sehingga korban terombang-ambing selama beberapa hari.

Kapolres mengapresiasi peran aktif masyarakat nelayan yang turut membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

"Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat nelayan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pencarian. Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dijaga dalam setiap upaya kemanusiaan," katanya.

Yhogi juga mengimbau seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan sebelum melaut. Menurutnya, nelayan perlu memastikan kondisi kapal dan mesin dalam keadaan layak, membawa perlengkapan keselamatan serta alat komunikasi yang berfungsi, dan menginformasikan rencana pelayaran kepada keluarga maupun rekan sesama nelayan.

"Kami mengingatkan seluruh nelayan agar tidak mengabaikan faktor keselamatan. Periksa kondisi kapal sebelum berlayar, gunakan alat keselamatan, dan pastikan ada pihak yang mengetahui rute pelayaran. Polres Aceh Barat akan terus memberikan pelayanan terbaik serta respons cepat terhadap setiap situasi yang menyangkut keselamatan masyarakat," tutupnya.

Keberhasilan penyelamatan Ridwan menjadi bukti sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam upaya kemanusiaan, sekaligus memperkuat komitmen Polres Aceh Barat dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan.

(Muhibbul Jamil)

Reporter: Redaksi