Kunjungi Nusakambangan, Titiek Soeharto Puji Program Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto meninjau area pertanian di kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (20/6/
Penulis: Redaksi
Minggu, 21 Juni 2026 | 22:19:33 WIB

CILACAP,ANDALAN.CO-Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan dan pelatihan kemandirian bagi warga binaan.

Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (20/6/2026). Dalam kegiatan itu, Titiek didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto.

Dalam kunjungannya, Titiek meninjau sejumlah program unggulan yang telah dikembangkan di kawasan Nusakambangan. Program tersebut meliputi Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), sektor pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja (BLK) konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya ikan sidat.

“Atas nama Komisi IV DPR RI, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pak Menteri beserta seluruh jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah-mudahan program ini dapat ditiru dan direplikasi di berbagai daerah lainnya,” kata Titiek.

Menurut Titiek, Nusakambangan yang selama ini identik dengan lembaga pemasyarakatan berpengamanan tinggi kini telah menjelma menjadi kawasan produktif yang mampu menghasilkan berbagai komoditas pangan dan produk bernilai ekonomi.

“Selama ini kalau mendengar Nusakambangan, yang terbayang adalah tempat yang menyeramkan seperti Alcatraz. Namun setelah melihat langsung, ternyata kawasan ini sangat produktif dan mampu menghasilkan banyak produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan berbagai masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program-program yang telah berjalan.

Agus menegaskan pihaknya terus mendorong seluruh lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan negara (Rutan) di Indonesia untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong maupun lahan tidur guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Kami akan menindaklanjuti berbagai arahan yang diberikan. Saat ini seluruh Lapas dan Rutan didorong untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada guna mendukung program ketahanan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan internal sekaligus memberikan manfaat ekonomi,” ujar Agus.

Saat ini, kawasan Nusakambangan mengelola sekitar 135 hektare lahan produktif yang dimanfaatkan untuk berbagai sektor usaha. Program tersebut juga melibatkan ratusan warga binaan dalam kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, budidaya udang vaname, hingga budidaya ikan sidat.

Transformasi Nusakambangan menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga mampu menjadi pusat pemberdayaan dan pengembangan keterampilan. Melalui berbagai program tersebut, warga binaan dibekali kemampuan produktif sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat. (rilis )

Reporter: Redaksi