Pelabuhan Tikus Menggurita di Inhil, IWO Riau: Jangan Hanya Tangkap Kurir, Bongkar Otaknya!

Sabtu, 11 April 2026 | 14:10:15 WIB
Muridi Susandi, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau

INDRAGIRI HILIR, ANDALAN.CO-Praktik pelabuhan tikus di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kian mengkhawatirkan. Jalur-jalur ilegal di wilayah pesisir disebut beroperasi terbuka dan diduga menjadi pintu masuk berbagai barang terlarang, termasuk narkoba.

Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, angkat suara. Ia menilai kondisi ini bukan lagi sekadar pelanggaran biasa, melainkan sinyal kuat terkait lemahnya penegakan hukum di wilayah tersebut.

“Ini sudah jadi rahasia umum. Semua tahu, tapi seolah dibiarkan,” tegas Muridi, Tembilahan, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, pola penindakan selama ini belum menyentuh inti persoalan. Aparat dinilai masih berkutat pada pelaku lapangan seperti kurir dan operator kecil, sementara aktor utama di balik jaringan tetap tak tersentuh.

“Jangan hanya tangkap kurir. Bongkar siapa di belakangnya,” ujarnya.

Muridi juga menyoroti belum optimalnya penerapan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam pengungkapan kasus. Padahal, pendekatan tersebut dinilai krusial untuk menelusuri aliran dana sekaligus menyita aset hasil kejahatan.

“Kalau aset tidak disentuh, mereka tetap untung. Jaringan akan terus hidup,” katanya.

Ia menegaskan, tanpa langkah tegas berupa penyitaan aset dan pemiskinan pelaku, efek jera tidak akan pernah tercipta. Keuntungan besar dari aktivitas ilegal justru akan menjadi daya tarik bagi jaringan untuk terus berkembang.

Di sisi lain, luasnya wilayah perairan Inhil dinilai menjadi celah yang dimanfaatkan jaringan ilegal. Minimnya patroli dan lemahnya koordinasi antarinstansi disebut memperparah kondisi tersebut.

Dampaknya tidak main-main. Selain berpotensi memperluas peredaran narkoba, aktivitas ini juga mendorong tumbuhnya ekonomi gelap yang merugikan masyarakat dan daerah.

Muridi mendesak aparat penegak hukum untuk segera “naik level” dalam penanganan kasus ini. Ia meminta penutupan total pelabuhan tikus, pembongkaran jaringan hingga ke aktor utama, serta penerapan TPPU secara maksimal.

“Penegakan hukum tidak boleh setengah-setengah. Harus bongkar, sita, dan miskinkan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kejahatan yang semakin menggurita, tetapi juga kepercayaan publik terhadap hukum yang kian tergerus.

Terkini