PEKANBARU,ANDALAN.CO- Baru sehari menjalani prosesi penyambutan sebagai Kapolda Riau, Irjen Pol Arman Achdiat, S.I.K., M.Si., langsung mendapat tantangan serius dari Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau, Muridi Susandi, untuk memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya.

Tantangan itu dilontarkan menyusul kekhawatiran terhadap maraknya peredaran narkoba di Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), yang dinilai telah berada dalam kondisi darurat narkoba.

Muridi meminta Kapolda Riau yang baru menjadikan pemberantasan narkotika sebagai salah satu prioritas utama. Menurutnya, penindakan tidak boleh hanya menyasar pengguna, kurir, dan pengedar kecil, tetapi harus mampu membongkar jaringan besar, bandar, pemodal, hingga pihak-pihak yang diduga melindungi bisnis haram tersebut.

"Jangan hanya pengedar kecil yang ditangkap, sementara bandar besar dan jaringan pemasoknya tetap bebas menjalankan bisnis narkoba. Kami menantang Kapolda Riau yang baru untuk membuktikan keseriusannya memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir," tegas Muridi, Minggu (11/10/2026).

Sorotan Muridi bukan tanpa alasan. Baru-baru ini, Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir bersama Bea Cukai Tembilahan berhasil menggagalkan dugaan peredaran narkotika jenis sabu seberat sekitar 3 kilogram melalui wilayah perairan Inhil.

Pengungkapan tersebut dipaparkan langsung Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., dalam konferensi pers di Aula Rekonfu Polres Inhil, Tembilahan, Jumat (2/10/2026), pukul 08.30 WIB.

Konferensi pers turut dihadiri Kepala Bea Cukai Inhil Eko Budi Setiawan, Wakapolres Inhil Kompol Meitertika, S.H., M.H., Kasat Resnarkoba AKP Adam Efendi, S.E., M.H., serta jajaran pejabat utama Polres Inhil.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/103/IX/2026/SPKT.SATRESNARKOBA/POLRES INHIL/POLDA RIAU, petugas mengamankan dua tersangka berinisial S alias S (40) dan Z alias P (52). Keduanya diduga berperan sebagai kurir dalam jaringan peredaran narkotika melalui jalur perairan.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita sekitar 3 kilogram sabu yang dikemas dalam tiga bungkus plastik teh hijau bermerek GUANYINWANG. Paket itu dibalut plastik hitam dan plastik putih bening.

Selain sabu, petugas menyita dua unit telepon seluler yang diduga digunakan untuk berkomunikasi serta satu unit kapal motor KLM Mega Indah yang diduga menjadi sarana pengangkutan narkotika.

Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto menegaskan pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja sama kepolisian dan Bea Cukai dalam memperkuat pengawasan terhadap potensi penyelundupan melalui wilayah perairan.

"Ini adalah bagian dari komitmen Polres Inhil untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkotika. Penguatan sinergi dengan Bea Cukai dan instansi terkait serta dukungan masyarakat sangat penting untuk melindungi generasi bangsa dari bahaya narkotika," tegas Kapolres dalam konferensi pers tersebut.

Kedua tersangka diproses dengan sangkaan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan memperhatikan ketentuan penyesuaian pidana yang berlaku.

Menanggapi pengungkapan tersebut, Muridi memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Inhil dan Bea Cukai Tembilahan. Namun, ia mengingatkan agar keberhasilan menangkap dua terduga kurir tidak menjadi akhir dari pengungkapan kasus.

Menurutnya, penyidik harus terus mengembangkan perkara untuk mengidentifikasi pemilik barang, pemasok, pemodal, penerima, serta pihak yang diduga mengendalikan jaringan tersebut.

"Pengungkapan 3 kilogram sabu patut diapresiasi. Tetapi pertanyaan besarnya, siapa bandar utamanya? Dari mana barang itu berasal, siapa pemodalnya, dan kepada siapa barang tersebut akan diedarkan? Semua harus diusut sampai tuntas," tegas Muridi.

Ia menilai penangkapan kurir merupakan bagian penting dari penegakan hukum, tetapi keberhasilan yang lebih besar adalah ketika aparat mampu memutus jaringan distribusi dan menangkap pengendali utama.

"Kalau setiap pengungkapan hanya berhenti pada kurir dan pengedar kecil, kapan bandar besarnya tersentuh? Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar angka penangkapan dalam konferensi pers," ujarnya.

Muridi turut menyoroti luasnya wilayah perairan Kabupaten Indragiri Hilir yang memiliki banyak sungai, jalur pelayaran, serta akses transportasi antardaerah.

Kondisi geografis tersebut, menurutnya, membutuhkan pengawasan ekstra agar tidak dimanfaatkan jaringan penyelundupan narkotika.

Ia meminta Polda Riau memperkuat koordinasi dengan Polres Inhil, BNN, Bea Cukai, serta instansi terkait untuk mengoptimalkan pengawasan dan pertukaran informasi intelijen.

"Jangan sampai wilayah perairan Indragiri Hilir menjadi jalur empuk bagi sindikat narkoba. Pengawasan harus diperketat. Semua instansi yang memiliki kewenangan harus bekerja maksimal sesuai tugas dan tanggung jawabnya," katanya.

Muridi menegaskan keberhasilan menggagalkan penyelundupan harus dibarengi dengan upaya pencegahan secara berkelanjutan, termasuk pengawasan jalur masuk, pemeriksaan kapal berdasarkan analisis risiko, dan pengembangan jaringan berdasarkan hasil penyidikan.

Tak hanya menyoroti bandar dan jaringan pemasok, Muridi juga meminta Kapolda Riau yang baru bertindak tegas apabila ditemukan bukti keterlibatan oknum aparat dalam melindungi atau memfasilitasi peredaran narkoba.

Menurutnya, pemberantasan narkotika harus dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap anggota institusi penegak hukum apabila terbukti melakukan tindak pidana.

"Kalau ada oknum berseragam yang terbukti bermain atau menjadi pelindung bandar narkoba, tindak tegas. Jangan ada perlindungan terhadap siapa pun. Hukum harus berdiri tegak tanpa memandang pangkat, jabatan, maupun kedudukan," tegasnya.

Ia menekankan bahwa setiap dugaan keterlibatan aparat harus ditelusuri berdasarkan bukti melalui penyelidikan dan penyidikan yang profesional, transparan, serta menjunjung asas praduga tak bersalah.

Muridi menilai pergantian kepemimpinan Polda Riau merupakan momentum penting untuk memperkuat penegakan hukum, khususnya dalam menghadapi jaringan narkotika yang memanfaatkan wilayah pesisir dan perairan.

Ia berharap Irjen Arman Achdiat mampu melanjutkan berbagai program positif yang telah dibangun pendahulunya, Komjen Pol Herry Heryawan, sekaligus menghadirkan langkah konkret dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak cukup diukur dari jumlah tersangka yang ditangkap atau barang bukti yang disita, tetapi juga dari kemampuan aparat mengungkap pengendali jaringan, menelusuri aliran dana, serta menyita aset hasil kejahatan sesuai prosedur hukum.

"Selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Irjen Pol Arman Achdiat di Bumi Lancang Kuning. Kami menyambut baik kepemimpinan baru ini. Namun, kami juga menaruh harapan besar agar persoalan narkoba benar-benar menjadi perhatian serius. Jangan sampai generasi muda Riau menjadi korban karena jaringan narkoba terus bergerak," katanya.

Sebelumnya, Irjen Pol Arman Achdiat bersama istri disambut melalui rangkaian tradisi kehormatan dan adat Melayu di Mapolda Riau, Pekanbaru, Minggu (11/10/2026).

Penyambutan tersebut dihadiri Kabaharkam Polri Komjen Pol Herry Heryawan, Wakapolda Riau Brigjen Pol Simson Zet Ringu, jajaran pejabat utama Polda Riau, para Kapolres dan Kapolresta, serta unsur Lembaga Adat Melayu Riau.

Rangkaian kegiatan meliputi pengalungan bunga, jajar kehormatan, penanaman pohon, pertunjukan silat, hingga prosesi adat tepuk tepung tawar sebagai simbol doa, penghormatan, dan harapan bagi kepemimpinan baru.

Di tengah hangatnya penyambutan tersebut, Muridi mengingatkan bahwa masyarakat menaruh harapan besar terhadap langkah nyata kepolisian dalam memberantas kriminalitas, terutama jaringan narkoba.

"Tepuk tepung tawar adalah doa dan penghormatan bagi pemimpin yang baru. Tetapi setelah prosesi adat selesai, ada pekerjaan besar yang menanti. Kami ingin melihat keberanian dan keseriusan Kapolda Riau dalam memutus jaringan narkoba, bukan hanya menangkap orang-orang kecil di lapangan," ujarnya.

Muridi menegaskan PW-IWO Provinsi Riau siap mendukung setiap langkah kepolisian dalam memberantas narkotika, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan yang kritis, independen, berimbang, dan bertanggung jawab.

"Ini bukan sekadar tantangan kepada Kapolda Riau yang baru, tetapi harapan agar generasi penerus bangsa terselamatkan dari bahaya narkoba. Kami ingin Riau, khususnya Indragiri Hilir, benar-benar bersih dari jaringan peredaran narkotika. Jangan beri ruang bagi bandar narkoba untuk merusak masa depan generasi bangsa," pungkas Muridi.

Reporter: Redaksi