Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Inhil Diperkuat dalam Penanggulangan Karhutla

Kamis, 21 Mei 2026 | 11:58:36 WIB

TEMBILAHAN,ANDALAN.CO- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menggelar Apel Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Indragiri Hilir, Kamis (21/5/2026) pagi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Indragiri Hilir H. Herman, SE., MT., sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

Apel siaga ini dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, OPD, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, para camat, perusahaan perkebunan dan kehutanan, hingga relawan penanggulangan bencana. Hadir pula Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., Dandim 0314/Inhil Letkol Arm. Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Dalam amanatnya, Bupati Indragiri Hilir menyampaikan bahwa pelaksanaan apel siaga Karhutla merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Riau Nomor KPTS.102/II/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Karhutla Provinsi Riau Tahun 2026.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Indragiri Hilir memiliki tingkat kerawanan Karhutla yang cukup tinggi akibat luasnya kawasan gambut, terutama saat musim kemarau dan diperparah fenomena Super El Nino yang menyebabkan kekeringan ekstrem.

Karhutla memberikan dampak besar terhadap lingkungan, kesehatan, ekonomi, pendidikan hingga transportasi. Oleh sebab itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama melalui patroli terpadu, deteksi dini, koordinasi lintas sektor, serta sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Bupati dalam amanatnya.

Berdasarkan data yang disampaikan, luas kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Indragiri Hilir menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023 tercatat kebakaran seluas 340,75 hektar dengan 692 titik api, tahun 2024 menurun menjadi 254,3 hektar dengan 534 titik api, dan tahun 2025 kembali turun menjadi 166,6 hektar dengan 304 titik api.
Namun demikian, hingga Mei 2026 telah terjadi kebakaran seluas 179,4 hektar dengan 542 titik api, di mana Kecamatan Gaung menjadi wilayah dengan titik api terbanyak.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla oleh Bupati Inhil bersama unsur Forkopimda, foto bersama, penyerahan maklumat larangan pembakaran hutan dan lahan oleh Kapolres Indragiri Hilir, serta penyerahan bibit pohon dalam program Green Policing.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., melalui kegiatan tersebut juga mensosialisasikan program Green Policing sebagai langkah preventif dan edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, pembagian maklumat larangan membakar hutan dan lahan dilakukan kepada pemerintah daerah, instansi terkait, perusahaan, dan masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama dalam mencegah Karhutla di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

Apel siaga tersebut turut melibatkan personel gabungan dari Kodim 0314/Inhil, Polres Inhil, BPBD, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, DLHP, Tagana, Basarnas, Manggala Agni, serta sejumlah perusahaan di Kabupaten Indragiri Hilir.

Kegiatan berlangsung hingga pukul 08.50 WIB dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Pemerintah daerah berharap melalui apel siaga ini seluruh elemen masyarakat semakin memperkuat sinergi, disiplin, dan komitmen bersama dalam mencegah terjadinya Karhutla serta bencana kabut asap di Kabupaten Indragiri Hilir.

Kapolres Indragiri Hilir Farouk Oktora AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., menyampaikan bahwa penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi dan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat serta stakeholder terkait.

Apel Siaga Karhutla ini merupakan bentuk kesiapan dan keseriusan kita bersama dalam mengantisipasi serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Indragiri Hilir. Pencegahan menjadi langkah utama yang harus kita kedepankan agar bencana asap tidak kembali terjadi dan merugikan masyarakat,” ujar Kapolres.

AKBP Farouk Oktora juga menegaskan bahwa Polres Indragiri Hilir akan terus meningkatkan patroli terpadu, sosialisasi, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla.

Melalui program Green Policing, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Menjaga alam adalah tanggung jawab bersama demi masa depan generasi mendatang,” tambahnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Kami mengajak seluruh masyarakat, perusahaan, dan unsur terkait untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Indragiri Hilir tetap aman dari Karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena selain merusak lingkungan juga memiliki konsekuensi hukum,” tegasnya.

Ia berharap sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah daerah, perusahaan, relawan, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga penanganan serta pencegahan Karhutla di Kabupaten Indragiri Hilir dapat berjalan optimal.

Terkini