PT RSUP Tegaskan Komitmen Tanggap Karhutla, Tetap Siaga di Masa Libur Lebaran

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:14:08 WIB

INDRAGIRI HILIR,ANDALAN.CO— Di tengah suasana libur Hari Raya Idulfitri, tim pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari PT Riau Sakti United Plantations (RSUP), yang merupakan bagian dari Sambu Group, tetap menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga lingkungan dengan merespons cepat kebakaran lahan di wilayah Pulau Burung.

Kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat dengan luas area terdampak sekitar ±2 hektare. Api melalap vegetasi kering dan berpotensi meluas apabila tidak segera dikendalikan.

Tim RSUP tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan menyeluruh guna memastikan tidak ada titik api tersisa yang dapat memicu kebakaran ulang.

Sebanyak tujuh personel tim karhutla PT RSUP diterjunkan langsung ke lokasi kejadian. Mereka bekerja secara terkoordinasi di bawah prosedur tanggap darurat perusahaan. Humas PT RSUP, Andy Ferrial, menyampaikan bahwa keterlibatan tim merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Peristiwa kebakaran terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, saat sebagian besar masyarakat tengah merayakan libur Idulfitri.

Kejadian berlangsung di Parit 3, RW 02 / RT 04, Dusun Tanjung Harapan, Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau—wilayah yang dikenal memiliki potensi kerawanan karhutla, terutama saat musim kering.


Kebakaran diduga dipicu oleh kondisi lahan yang kering serta faktor cuaca ekstrem berupa suhu panas dan tiupan angin yang cukup kencang. Kondisi tersebut mempercepat penyebaran api dan meningkatkan risiko meluasnya kebakaran. Selain itu, praktik pembukaan lahan yang tidak ramah lingkungan juga menjadi salah satu faktor yang kerap memicu kejadian serupa di wilayah tersebut.


Begitu menerima laporan dari masyarakat, tim RSUP segera bergerak menuju lokasi dengan membawa peralatan pemadam. Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan pemetaan titik api dan strategi pemadaman.

Air diperoleh dari parit yang berjarak sekitar ±100 meter dari lokasi kebakaran, sehingga petugas harus memastikan distribusi air tetap lancar di tengah keterbatasan jarak.

Proses pemadaman dilakukan secara bertahap, dimulai dari isolasi area terbakar untuk mencegah penyebaran, kemudian dilanjutkan dengan penyemprotan intensif pada titik-titik api aktif.

Setelah api berhasil dipadamkan, tim melanjutkan proses pendinginan guna menurunkan suhu tanah dan material terbakar agar tidak kembali menyala.
Meski menghadapi kendala berupa suhu panas dan angin kencang, tim tetap bekerja tanpa henti hingga situasi dinyatakan aman dan terkendali.

Andy Ferrial menegaskan bahwa kesiapsiagaan tim tidak terpengaruh oleh momen libur nasional. “Meski berada dalam masa libur Lebaran, tim RSUP tetap siaga dan berkomitmen untuk merespons setiap kejadian karhutla secara cepat dan tepat. Ini adalah bagian dari upaya bersama dalam menjaga lingkungan serta mencegah dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan karhutla. Perusahaan mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa potensi karhutla tetap ada meskipun dalam periode libur, sehingga kewaspadaan dan kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pihak terkait harus terus ditingkatkan. Dengan sinergi yang baik, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalkan, serta kelestarian lingkungan dan aktivitas masyarakat tetap terjaga.

Terkini