Darnawati Berikan Klarifikasi dan Sampaikan Permintaan Maaf Terkait Isu Bayar Media

Sabtu, 29 November 2025 | 22:00:50 WIB

TEMBILAHAN,ANDALAN.CO– Di tengah riuhnya dinamika politik di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), muncul satu kabar yang menyita perhatian publik: dugaan bahwa salah satu anggota dewan berupaya menyuap media. Tudingan itu berasal dari tangkapan layar percakapan di Grup WhatsApp DPRD Inhil yang kemudian beredar luas.

Namun, Hj. Darnawati anggota DPRD Inhil sekaligus Ketua Partai Perindo Inhil langsung angkat suara. Dengan nada santai dan penuh tawa, ia menegaskan bahwa pesan yang dianggap kontroversi itu murni candaan, tanpa ada niat serius sedikit pun.

“Hehehe… tak ada itu, dek. Itu hanya canda-canda saja di grup sama Hj. Tina,” ujarnya sambil tertawa kecil ketika dimintai klarifikasi.

Darnawati menjelaskan bahwa percakapan tersebut terjadi di tengah obrolan ringan mengenai sikap salah satu anggota dewan lain, Samino, yang menolak rencana pinjaman Rp200 miliar oleh Pemerintah Kabupaten Inhil.

Menurutnya, situasi obrolan saat itu sangat cair dan penuh gurauan, sehingga kalimat membayar media sebenarnya hanya spontanitas untuk mencairkan suasana, bukan menyuap media.

“Biasalah, kami di grup itu kadang bercanda. Saya memang orangnya suka melucu kalau suasana tegang, supaya cair,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada tindakan, rencana, atau niat sedikit pun untuk melakukan pembayaran apalagi bentuk suap kepada media.

“Kalau soal bayar media, ya itu tak ada sama sekali. Cuma gurauan saja. Nggak serius itu, dek,” katanya.

Darnawati juga menjelaskan bahwa dalam konteks pembahasan pinjaman Rp200 miliar, ia justru termasuk yang mendukung pemerintah jika kebijakan tersebut benar-benar bisa mempercepat pembangunan Inhil.

“Saya ini paling setuju kalau pemerintah meminjam demi pembangunan. Karena buat saya, selama itu bermanfaat untuk Inhil, kenapa tidak?” ujarnya.

Di lingkungan DPRD, Darnawati memang dikenal sebagai sosok yang ramah, humoris, dan sering mencairkan keadaan saat suasana diskusi mulai memanas. Beberapa anggota dewan bahkan menyebut bahwa tawa dan candaan Darnawati kerap membuat suasana rapat terasa lebih ringan.

Karena itu, ia menyayangkan jika percakapan internal yang bernuansa gurauan malah diartikan lain ketika keluar ke publik.

“Kadang orang lihat teks tanpa tahu suasananya, jadinya disalahpahami. Padahal kalau dengar langsung, pasti orang ikut ketawa,” ujarnya lagi.

Pernyataan Permintaan Maaf Hj. Darnawati

“Saya, Hj. Darnawati, dengan tulus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir, rekan-rekan media, serta seluruh pihak yang mungkin merasa kurang nyaman atas beredarnya percakapan saya di Grup WhatsApp DPRD Inhil,"katanya.

Ia sampaikan bahwa pesan tersebut sama sekali tidak memiliki niat buruk atau maksud untuk melakukan tindakan yang merendahkan profesi wartawan maupun memengaruhi pemberitaan. Kalimat itu murni candaan yang ia lontarkan untuk mencairkan suasana diskusi internal DPRD Inhil.

Namun ia memahami bahwa ketika percakapan itu keluar dari konteksnya, pesan tersebut dapat menimbulkan salah persepsi di mata publik. Untuk itu, Darnawati memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang muncul.

"Saya selalu menghormati independensi dan profesionalitas rekan-rekan media. Selama ini hubungan kami berjalan baik, dan saya berkomitmen menjaga komunikasi yang lebih berhati-hati dan beretika ke depannya,"jelasnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang tetap bijak menyikapi persoalan ini. Darnawati menyadari kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua agar lebih cermat dan saling memahami dalam setiap bentuk komunikasi.

Menutup klarifikasinya, Hj. Darnawati berharap masyarakat tidak terburu-buru menilai tanpa melihat konteks sebenarnya.

“Saya mohon masyarakat lebih bijak, jangan mudah salah paham. Kami di DPRD juga manusia, kadang bercanda, kadang serius. Tapi yang pasti, tidak ada maksud buruk,” katanya.

Terkini